ASDP dan Pemprov Aceh sepakati lintasan Jakarta–Malahayati untuk penguatan logistik nasional
CYBER88 | JAKARTA — PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bersama Pemerintah Aceh resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) terkait pengoperasian lintasan penyeberangan Jakarta–Malahayati Aceh sebagai jalur strategis baru di wilayah barat Indonesia.
Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Sekretaris Daerah Aceh, Muhammad Nasir, bersama Wakil Direktur Utama , Yossianis Marciano, di Kantor Pusat ASDP, Jakarta, Sabtu (23/5/2026).
Kerja sama tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat konektivitas maritim nasional sekaligus mendukung distribusi logistik yang lebih cepat, efisien, dan terintegrasi.
Wakil Direktur Utama ASDP, Yossianis Marciano mengatakan, pengembangan lintasan Jakarta–Malahayati bukan hanya membuka rute baru, tetapi juga menjadi bagian dari transformasi layanan ASDP dalam memperkuat ekosistem Long Distance Ferry (LDF).
“Lintasan ini diharapkan menjadi katalis penguatan distribusi logistik nasional sekaligus membuka peluang pertumbuhan perdagangan, pariwisata, dan ekonomi Aceh maupun kawasan barat Indonesia secara lebih luas,” ujar Yossianis.
Melalui kolaborasi tersebut, ASDP bersama Pemerintah Aceh akan mengembangkan layanan penyeberangan secara berkelanjutan, mulai dari pengoperasian armada kapal, penetapan tarif sesuai regulasi, pengembangan fasilitas pelabuhan, promosi pasar pengguna jasa, hingga peningkatan standar keselamatan dan kualitas pelayanan.
Sekretaris Daerah Aceh, Muhammad Nasir menyampaikan dukungan penuh terhadap kerja sama tersebut guna membuka akses transportasi laut yang terjangkau melalui layanan kapal ferry RoRo.
Menurutnya, sinergi antara Pemerintah Aceh dan ASDP menjadi langkah penting agar pembangunan daerah berjalan selaras dengan penguatan konektivitas nasional.
“Kerja sama ini akan membuka berbagai peluang pengembangan baru yang dapat terus dievaluasi dan diperluas demi mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara lebih komprehensif di masa mendatang,” ujarnya.
Pengembangan layanan Long Distance Ferry juga dinilai mampu meningkatkan efisiensi biaya distribusi, memangkas waktu tempuh logistik, serta mendorong efektivitas operasional secara keseluruhan.
ASDP menyebut langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden RI untuk menurunkan biaya logistik nasional menjadi 8 persen melalui sistem distribusi yang lebih efisien dan berdaya saing.
Saat ini, ASDP terus menjaga konektivitas wilayah Aceh melalui tiga lintasan utama yakni Ulee Lheue–Balohan, Ulee Lheue–Lamteung, dan Ulee Lheue–Serapung dengan armada KMP Aceh Hebat 2, KMP BRR, dan KMP Papuyu.
Sepanjang Januari hingga April 2026, ASDP Cabang Banda Aceh tercatat melayani 128.034 penumpang dan 63.428 kendaraan melalui ketiga lintasan tersebut.
Capaian tersebut menegaskan peran strategis transportasi penyeberangan dalam mendukung mobilitas masyarakat serta kelancaran distribusi logistik di Aceh.


Komentar Via Facebook :