Camat Gunung Alip Harapkan Aparatur Pekon Minimal Lulusan SLTA

Camat Gunung Alip Harapkan Aparatur Pekon Minimal Lulusan SLTA

CYBER88 | Tanggamus -- Dalam menunjang kinerja pekon yang saat ini sudah sangat canggih dimana semua sudah menggunakan IT (ilmu teknologi), Camat Gunung Alip, Sutoto mengharapkan agar semua aparatur pekon di tahun 2021 ini minimal berijazah SLTA atau yang sederajat.

Hal tersebut disampaikan pada acara serah terima jabatan (Sertijab) serentak di kantor kecamatan gunung Alip Senin (15/03/21).

Sepuluh pekon di kecamatan Gunung Alip di Lantik masing Masing pekon Banjar negri, Ciherang, Penanggungan, Sukaraja, Kedaloman, Suka damai, Suka Banjar, Paryaman, way halom, dan Darusalam.

Dalam Sertijab ini masing-masing kepala pekon menandatangani berita  acara yang di saksikan oleh Camat Gunung Alip Sutoto, Kapolsek yang di wakilkan oleh Jufriyadi, ketua abdesi, pejabat kepala pekon, dan para kepala pekon terpilih.

Dalam sambutanya Triyandi mewakili pejabat kepala pekon di kecamatan Gunung Alip menyampaikan, "selamat kepada kepala pekon terpilih atas nama pejabat  kepala pekon menyampaikan permohonan maaf baik dari pihak Kecamatan maupun dari kepala Pekon yang baru.

Kami sangat menyadari bahwa dalam jangka 2 tahun kami diberikan amanah  untuk menjadi penjabat kepala pengganti masing-masing.

"Kami sebagai pejabat mohon kepada kepala pekon agar dapat berkomunikasi ketika terjadi keberatan, "harap pj kepala pekon Kedaloman.

Selain itu Camat Gunung Alip Sutoto mengatakan," yang belum bisa terselesaikan oleh PJ jadikan koreksi untuk kita semua karena pj hampir semua dari Kecamatan Gunung Alip selama beliau menjabat. "Ucapnya.

"Masalah atau hal-hal yang belum diselesaikan bukan berarti  ini diserahkan ke kepala pekon yang baru ini masih jadi tanggung jawab pj kepala pekon karena menyangkut di tahun anggaran 2020 yang bermasalah tahun 2020 itu yang menjabat.

"Saya berharap pegawai Kecamatan Gunung Alib yang menjabat sebagai kepala pekon untuk selalu kooperatif. Misalnya ada temuan-temuan dari inspektorat mohon tidak menutup mata karena intinya yang di undang kepala Pekon bukan pj nya tapi kepala Pekon nya jadi perlu kerja sama, "jelas camat.

Camat pun mengharapkan "Untuk aparatur pekon pendidikan minimal SLTA atau sederajat bila  masih terdapat aparatur pekon yang tamatan SLTP usia di atas 25 sampai 35  boleh di sekolah kan di luar daripada sekolah kalau masih usia sekolah masih boleh tapi kalau  usianya diatas 25  dapat dibiayai sebesar 1,800,000 sampai selesai, "papar camat.

"Kedepan aparatur Pekon ini diberi kesempatan untuk mencapai pendidikan sampai SLTA  yang kira-kira  membutuhkan untuk sekolah silakan sekolah atau di paketkan."pungkas camat

Mengingat masih banyak permasalahan pekon yang belum terselesaikan di akhir acara camat meminta untuk mendiskusikan kepada pj dan semua aparatur pekon. (Dilla)

Komentar Via Facebook :