ISMPI Tolak Kebijakan Pemerintah Impor 1 Juta Ton Beras
CYBER88 | Sukabumi -- Sekjen Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia (ISMPI), Hasbi Abdullah, menyesalkan atas kebijakan impor beras 1 juta ton yang sudah di alokasikan melalui perum Bulog.
Menurut BPS potensi panen raya Januari-April akan mengalami surplus 4,8 juta ton beras. Kondisi ini senada dengan harga beras dan gabah yang menurun. Sedangkan kemampuan daya serap pasar terbatas.
Terkait hal ini, Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian secara tegas menolak kebijakan Pemerintah untuk impor 1 juta ton beras, hal ini sudah jelas dengan secara data dan fakta dilapangan di setiap daerah bahwa panen raya sedang terjadi.
Hasbi mengatakan, “Ketersediaan beras pada Desember 2020 tercatat mengalami surplus hingga 6 jt ton berdasarkan pernyataan Pak mentan, tentunya Stok tersebut mampu mencukupi kebutuhan beras pada awal 2021, belum lagi pada Januari-April merupakan masa panen raya.
Baca Juga : Buwas Sebut, Impor 1 Juta Ton Beras Bakal Batal, Masih Banyak Stok dan Mutunya Menurun
Dengan melihat hal tersebut, lanjut dia, ketersediaan beras nasional meningkat, dan tidak ada urgensi untuk melakukan impor beras. Selain itu kita perlu kiranya mempertanyakan program food estate yang tidak kunjung membuahkan peningkatan pangan nasional.
“Secara tidak langsung pak Menteri koordinator Perekonomian mengecewakan kita pemuda dan petani yang berjuang mati - matian utuk ketersedian pangan nasional, walaupun alasan Pak MENKOP untuk menyetabilkan harga beras dalam negeri.
Akan tetapi, ketika tidak memperhitungkan secara data yang ada dalam negri itu tidak berorientasi pada kesejahteraan masyarakat melainkan lebih kepada menyengsarakan para petani yang ada di dalam negeri, “Sesalnya. [hr]


Komentar Via Facebook :