Galakkan Program Ketahanan Pangan Nasional, Hasil Gabah Petani di Kuala Kampar Tidak Laku

Galakkan Program Ketahanan Pangan Nasional, Hasil Gabah Petani di Kuala Kampar Tidak Laku

CYBER88 | Pelalawan - Nasib petani padi di Kabupaten Pelalawan Kerinci di pertaruhkan. Masalah utamanya ialah produksi beras yang memadai tidak ada tempat untuk penyaluran atau di distribusikan kemana. Sebanyak 1500 ton gabah kering yang sudah panen tidak terjual dan sia sia. Kamis, (18/03/21).

Dua Petani di Pelalawan saat diminta keterangan oleh tim CYBER88  Kamis malam  menceritakan bahwa ada beberapa kendala di lapangan yang membuat mereka bingung.

Mukhlis seorang petani dari Desa Sungai Solok menceritakan bahwa permasalahan selain pendistribusian adalah mesin penggiling padi yang jauh di bawah standar petani. 

"Kami petani  di Desa Sungai Solok Kec.Kuala Kampar tidak punya mesin penggiling yang bagus. Hasil panen melimpah tetapi tidak ada tempat untuk menjual jadi kami para petani bingung mau jual hasil panen kami kemana," ucapnya sedih.

Untuk di ketahui, petani petani di Desa Teluk Bakau, Desa Teluk Beringin, Desa Upih dan Desa Solok Kecamatan Kuala Kampar Kabupaten Pelalawan dengan luas persawahan 7000 ha yang merupakan sawah yang di kelola masyarakat tempatan dan telah produksi gabah kering 1500 ton di tahun 2021. Mereka tidak tahu kemana mau dijual sehingga butuh perhatian pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Agus juga menambahkan, "dulu ada mesin penggiling padi merk Apollo dimana mesin itu jauh lebih bagus dari mesin sekarang tetapi kami (petani,red) tidak tahu lagi dimana di taruh Pemda Pelalawan.

Sawah kami sawah pasang surut dan saat ini sekalipun banjir, kami mampu menghasilkan gabah kering sebanyak itu, "Tetapi kami bingung mau jual kemana," tutupnya.

Komentar Via Facebook :