Daur Ulang Botol Plastik di Indonesia Diresmikan Dengan Ditandai Peletakan Batu Pertama
CYBER88 | Lamsel -- PT.Coca-Cola Amatil Indonesia dan Dynapack Asia menginformasikan Pembangunan fasilitas daur ulang Polyethylene Terephthalate (PET) seluas 20.000 meter persegi berlokasi di Bekasi, Jawa Barat.
Melalui investasi terbaru senilai AUD 50,51 juta ( 556,2 milyar), Amatil Indonesia dan Dynapack Asia akan menciptakan siklus tertutup (closed-loop) untuk kemasan plastik minum dengan memproduksi pelet plastik yang aman untuk makanan dan minuman yang terbuat dari botol plastik pascakonsumsi.
Disamping acara peletakan batu pertama Amatil Indonesia dan Dynapack Asia juga memperkenalkan PT. Amandina Bumi Nusantara dan Mahija Parahita Nusantara yang memiliki peran sebagai:
PT. Amandyna Bumi Nusantara-entitas yang akan fasilitas PET dan mengolah kembali limbah PET kualitas rendah menjadi PET berkualitas tinggi mengunakan teknologi terbarukan yang terdepan;
Mahija Paramita Nusantara yayasan non profit yang akan mendukung pengelolaan collection center,z mamastikan pemenuhan hak asasi manusia dan regulasi dalam rantai kegiatan pengumpulan sampah, pelaksanaan berbagai inisiatif untuk meningkatkan kesejahteraan para pemulung dan masyarakat,serta menjalankan penelitian dan pengembangan tentang peluang peningkatan daur ulang dan program lain terkait pemanfaatan PET dan pengumpulan plastik.
Presiden direktur Coca Cola Amatil Indonesia dan Kepala (Chairman) PT Amandina Bumi Nusantara, Kadir Gunduz mengatakan bahwa kolaborasi antara Amatil Indonesia dan Dyna pack juga sejalan dengan Sustainability Ambitions 2020-2040 Coca-Cola Cola Amatil yang baru saja diumumkan.
Salah satu fokus utama dalam Sustainability Ambitions 2020-2040 tersebut berkomitmen untuk menciptakan siklus tertutup pada kemasan dengan mencapai tingkat daur ulang atau konten terbarukan disetiap kemasan di pada tahun 2030 sebesar 50% sebagai bagian dari the Coca Cola system Sustainable Packaging Strategi, inisiatif ini juga sejalan dengan visi The Coca Cola Company (TCCC) World Without Waste" yang berkomitmen untuk menjadi bagian dari solusi pengelolaan kemasan plastik pascakonsumsi dalam rangka ekonomi sirkular secara global.
Fasilitas ini akan dimulai beroperasi 2020 dan nemiliki kapasitas untuk mengurangi jumlah resin plastik baru yang digunakan perusahaan sekitar 25.000 ton setiap tahun, perluasan industri dan percepatan laju daur ulang.
Sebagai bagian dari anggota dewan di kemitraan Aksi plastik Nasional Indonesia (National Plastic Action Partnershif/NPAP),Kami berkomitmen untuk mendukung rencana Aksi Nasional Indonesia dalam mengurangi sampah plastik laut sebesar 70% pada tahun 2025," ungkap Kadir.
Kadir juga menambahkan bahwa investasi ini dijalankan melalui kolaborasi bersama pemangku kepentingan di rantai pengumpulan sampah kemasan, usaha bisnis skala mikro, dan pemulung dengan mendukung mereka untuk bertumbuh secara efisien dalam bisnisnya.
Dalam jangka panjang, kami akan membawa perubahan positif bagi pengelolaan sampah plastik di Indonesia dan meningkatkan taraf hidup masyarakat di rantai pengumpulan sampah kemasan dengan mendukung sektor daur ulang informal.
CEO Dynapack Asia Tirtadjaya Hambali menyatakan,"Kami senang dapat bekerja sama dengan mitra kami CV Coca Cola Amatil Indonesia dalam inisiatif terbarukan ini untuk mendukung komitmen Dynapack Asia bersama Ellen McArthur Fundation untuk mengunakan setidaknya 25% bahan resin daur ulang dalam kemasan produk pada tahun 2025.
Presiden direktur PT Amandina Bumi Nusantara Emmeline Hambali mengatakan,"peletakan batu pertama merupakan satu langkah baru untuk memperkuat komitmen kami dalam mengurangi polusi plastik sekaligus mengurangi jejak karbon perusahaan.
Kami berharap kedepannya akan banyak kolaborasi dan inisiatif untuk meningkatkan solusi siklus tertutup." Amatil Indonesia terus memperkuat komitmen untuk mengurangi plastik, salah satunya melalui inisiatif light Weighting botol PET yang telah berhasil mengurangi konten plastik sebesar 28,5% sejak tahun 2024, serta mengubah warna kemasan menjadi bening untuk mempermuda proses daur ulang.
Bersama Dynapack Asia, Amatil Indonesia telah mendukung banyak inisiatif untuk mengumpulkan dan mendaur ulang kemasan minuman,diantaranya program pembersihan pantai harian,Bali Beac Clean-Up,yang telah berjalan selama 13 tahun untuk mengumpulkan lebih dari 40,000 ton serta beberapa program lingkungan lainnya.
Coca Cola Amatil Indonesia (CCAI) adalah perusahaan penjualan, manufaktur dan distribusi minuman terkemuka yang berdiri sejak Januari 1992.
CCAI merupakan anak perusahaan dari Coca Cola Amatil Indonesia salah satu pembotolan Coca Cola terbesar di dunia, yang berkantor pusat di Sydney, Australia dan sahamnya tercatat di Bursa Efek Australia.
CCAI mengoperasikan delapan fasilitas manufaktur di Sumatra,Jawa dan Bali,mempekerjakan lebih dari 8 ribu tenaga kerja, dan mendistribusikan jutaan minuman menyegarkan untuk lebih dari 500,000 autlet diseluruh Indonesia.
Di Coca Cola Amatil Indonesia,kami juga berkomitmen untuk memberikan kontribusi positif di setiap wilayah operasional dengan menjalankan berbagai inisiatif, seperti : Bali Beach Clean Up,Gren School, (Sekolah Adiwiyata), Coca Cola Forest, serta pengembangan program bank sampah di beberapa kota. [andy]


Komentar Via Facebook :