Pendapatan Koperasi TKBM Menurun 30% Akibat Corona, Pengusaha Putar Otak

Pendapatan Koperasi TKBM Menurun 30% Akibat Corona, Pengusaha Putar Otak

CYBER88 | Batam - Selama satu tahun ini perkonomian Indonesia terpuruk akibat virus Corona dan berimbas kepada Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM). Senin, (14/06/21).

Karena selama satu tahun ini pendapatan TKBM menurun drastis 30%, sebelum terjadi kasus virus Corona, pendapatan Koperasi TKBM tiap tahunnya mencapai Rp.1,5 miliar.

Dan setelah serangan virus covid -19, pendapatan Koperasi menurun dibawah Rp. 1 miliar /pertahun mencapai 30% sehingga para pengusaha mengeluh hingga bulung tikar dan dikhawatirkan Koperasi TKBM tidak akan bertahan lagi Karena si Corona.

Menurut ketua Koperasi TKBM Syahrial dikantornya mengatakan sebelum pandemi pelabuhan bongkar muat masih berjalan lancar dan pendapatan tidak pernah menurun, namun setelah pandemi, pendapatan TKBM menurun drastis.

"Ada 15 ribu anggota TKBM ditempatkan diberbagai pelabuhan diantaranya pelabuhan Batu Ampar, Sekupang dan Punggur dan mereka sudah mengeluh karena pendapatannya berkurang akibat dilanda kasus covid 19.

Bayangkan saja untuk pembayaran upah buruh  TKBM sebanyak 15 ribu orang bisa mencapai Rp 400 juta / perbulannya, dan belum lagi pembayaran pajak PPh nya, jadi kami para pengusaha mau tak mau harus putar otak mengakali kekurangan ini," ucap Syahrial

Sementara Sekretaris Koperasi TKBM, Marbun mengakui bahwa selama pandemi, buruh TKBM mengeluh karena pendapatan mereka sangat menurun drastis, biasanya pendapatan mereka lumayan sebelum pandemi melanda.

"Selama Covid 19, pendapatan Koperasi TKBM menurun drastis dan bagaimana bertahan kalau masih belum berakhir virus Corona ini," pungkas Marbun

Setiap bulannya koperasi harus membayar BPJS Rp 300 juta untuk 15 ribu lebih anggota Koperasi TKBM dan belum lagi yang lainnya, adapun aset Koperasi seperti ada 10 pintu rumah disewakan dan pendapatan dari sewa rumah cuma rata- rata Rp. 9 juta / bulannya.

"Jadi setiap tahun sisa bagi hasil pendapatan Koperasi, rata- rata setiap buruh mendapat Rp. 2 juta saja," ungkapnya.

Komentar Via Facebook :