Kasus Covid-19 Meningkat , Pemkab Garut Akan Kembali Lakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat

Kasus Covid-19 Meningkat , Pemkab Garut Akan Kembali Lakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat

CYBER88 | GARUT -- Bupati Garut,Rudy Gunawan menerima kunjungan kerja Kapolres baru, AKBP Wirdhanto Hadicaksono,SIK,MSi dalam rangka silaturahmi dan membahas tentang menyusul meningkatnya kasus Covid-19 di Kabupaten Garut.

Pertemuan silaturahmi Bupati dan Kapolres Garut bertempat di Ruang Pamengkang, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa-Barat, Kamis(17/6/2021).

Bupati Garut, Rudy Gunawan, usai pertemuan dengan Kapolres Garut saat diwawancara para awak media mengungkapkan, Pemkab Garut akan kembali melakukan pembatasan kegiatan masyarakat di daerahnya menyusul kasus Covid-19 di Kabupaten Garut yang kembali meningkat cukup signifikan,

"Ada pembahasan lagi, besok kita putuskan tapi karena kita masih zona orange maka kita tidak ada pembatasan radikal seperti kota Bandung, di Garut ini hanya 25 % nah kalau ada di kita zona merah, semua kegiatan, termasuk perkawinan dibatasi," ungkapnya.

Rudy menegaskan, di Kabupaten Garut masih diperbolehkan melangsungkan pernikahan, namun setiap acara pernikahan akan dijaga ketat oleh personil Satuan Polisi Pamong Praja(Satpol PP) dan Polisi agar tidak terjadi pelanggaran Protokol Kesehatan(Prokes),

"Sekarang ini, resepsi pernikahan boleh tetapi akan dijaga ketat oleh Satpol PP terutama ke WO(Wedding Organizer) disiplin, mohon disiplin, jadi kalau seren sumeren (prosesi akad nikah) jangan terlalu lama," tegas Bupati.

Ia menjelaskan, kita ada peningkatan karena Garut, jujur saya beli antigen saja 20 ribu, jadi kami ingin misalnya sekarang kejadian di Cisompet, di Pakenjeng dan lain-lain, 

"Kami melakukan proses antigen, kemarin hampir 400 lonjakannya itu termasuk beberapa Puskesmas karena kami di antigen, saya tidak mau mengambil resiko, semua di antigen seperti itu," jelas Rudy.

Namun demikian, Rudy menuturkan, Pemerintah Kabupaten(Pemkab) Garut melakukan banyak Rapid Test Antigen agar orang-orang yang positif Covid-19, namun tidak bergejala, tidak berkeliaran dan merugikan orang lain setelah mengetahui hasil dari tes tersebut,

"Kita kan diminta mereka ada di rumah sebenarnya tau dia positif, jadi dia harus memahami tidak boleh merugikan orang lain, jadi kalau tidak di antigen dia tidak tau OTG berjalan kesana kesini berjalan-jalan, jujur lebih efektif memperbanyak Swab," pungkasnya. ( Suwito )

Komentar Via Facebook :