Kades Cikoneng Pertegas Warganya Agar Patuhi Prokes Covid-19 dan Terapkan PPKM

Kades Cikoneng Pertegas Warganya Agar Patuhi Prokes Covid-19 dan Terapkan PPKM

CYBER88 | Majalengka -- Adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang dilakukan pemerintah, khususnya wilayah Kabupaten Majalengka, merupakan salah satu cara yang dilakukan pemerintah itu sendiri dalam melakukan pencegahan penyebaran covid-19.

Seperti halnya yang dilakukan oleh Desa Cikoneng, Kecamatan Sukahaji, Kabupaten Majalengka, Jawa barat, pada Kamis (24/6), dengan berkeliling memberikan imbauan sembari melakukan penyemprotan desinfektan ke rumah warga.

Saat Cyber88 menemui di ruang kerjanya, Kades Kusnadi  mengatakan, "Sebenarnya, dengan adanya imbauan diterapkannya kembali PPKM dan Inpres no. 6 tahun 2020 di wilayah Kabupaten Majalengka, khusus untuk Desa Cikoneng ini, sebelumnya sudah kami sosialisasikan kepada warga."

"Hal ini kami lakukan atas dasar aturan Perbup Majalengka nomor 74 tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin Masyarakat dan Penegakkan Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19, yang dimulai dari pelosok Desa se-Kabupaten Majalengka," imbuhnya.

Menurutnya, ini semua dilakukan agar masyarakat bisa mendisiplinkan dirinya dalam menjalankan Prokes, supaya terhindar dari serangan Covid-19.

Atas nama Pemerintahan Desa Cikoneng, Kusnadi bersama Tim Relawan Gugus Tugas Covid-19 mengatakan, akan terus memberikan imbauan terhadap masyarakat agar selalu waspada dan tidak menyepelekan.

"Sosialisasi penerapan protokol kesehatan berupa  memakai masker, mencuci tangan, dan Menjaga jarak, serta tidak membuat kerumunan massa, terus kami lakukan," tuturnya.

Selain itu, ia juga selalu melakukan koordinasi dengan pihak Tim Gugus Tugas Covid-19 serta Forkompincam dalam pelaksanaan PPKM ini.

"Saya juga selalu menghimbau kepada RT dan RW agar lebih selektif dalam mengakomodir masyarakat lain yang akan masuk ke wilayah desa kita ini. Entah itu saudara kita sendiri atau bukan, supaya membawa hasil tes Swab dari tempat asalnya dan melapor ke desa kami," tegasnya.

"Bagi masyarakat luar," lanjutnya, "Manakala tidak membawa hasil tes Swab dari daerah asalnya, maka kami akan melakukan isolasi secara mandiri untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan." (Tatang)

Komentar Via Facebook :