Waduh!!! di Desa Ciadeg Ada Kompetisi  Sepak Bola Disaat PPKM Berlevel

Waduh!!! di Desa Ciadeg Ada Kompetisi  Sepak Bola Disaat PPKM Berlevel

CYBBER88 | Bogor -- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 440/3929/SJ tentang Penertiban Pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan Percepatan Pemberian Vaksin bagi Masyarakat.

Surat edaran yang ditandatangani Tito pada 18 Juli 2021 tersebut ditujukan kepada para gubernur, bupati, dan wali kota di seluruh Indonesia. 

Dalam surat edaran Mendagri meminta kepada para kepada daerah untuk melakukan beberapa hal diantaranya, kepala daerah agar melakukan sosialisasi penerapan 5M (menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas) secara masif kepada masyarakat.

Adapun penegakan hukum atau disiplin yang tegas namun santun dan simpatik bagi masyarakat yang melanggar ketentuan PPKM dan dilarang menggunakan kekerasan yang berpotensi pelanggaran hukum.

Artinya, sampai pemerintah tingkat desa berkewajiban untuk mensosialisasikan terkait aturan PPKM yang sudah merlevel ini.

Namun, Ditengah gencar-gencarnya pemerintah melalui satuan tugas membubarkan berbagai bentuk kegiatan yang dapat menimbulkan kerumunan, termasuk kegiatan ekonomi, di Desa Desa Ciadeg Kecamatan Cigombong Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat, malah digelar kompetisi sepak bola.

Sejumlah pihak menilai, meski kegiatan ini sifarnya positif, namun perlu dipertimbangkan. Pasalnya, kegiatan ini akan memancing berkumpulnya orang yang akan menimbulkan kerumunan. Hal ini tentunya berdampak terhadap kerentanan terjadinya penularan Covid-19.

Salah satu tokom masyarakat menyebut, Seharusnya Wahyu, selaku Kades Ciadeg bisa memberi pengarahan apa dampak yang akan terjadi ketika kerumunan masa ini terjadi di acara kompetisi.

Dan tak menutup kemungkinan kedatangan warga untuk menyaksikan kompetisi ini tidak bisa dibendung untuk mendukung tim kesayangannya. sesama team yang ikut bertanding, “Katanya Sabtu (24/07/2021).


Sementara itu, salah satu perangkat Desa berinisial AS yang menjadi panitia kompetisi sepak bola ini, saat dikonfirmasi menyebut, dana untuk kompotisi ini berasal dari salah satu Dewan.

Adanya keterangan tersebut, menuai pertanyaan dari warga. Menurutnya, kalau memang yang mendanai kegiatan tersebut adalah seorang anggota Dewan, itu sangat “Miris” sekali. Seharusnya mereka lebih paham dari warga tentang ketentuan yang tertuang dalam aturan PPKM Darurat yang kini menjadi PPKM berlevel.

Yang jualan saja dibubarkan, saatada pembelimakan ditempat, La ini malah memancing Kerumunan. Demikian kata beberapa warga yang diminta pendapat terkait Kompetisi sepak bola ini. [ur]

Komentar Via Facebook :