Profil Kolonel Cku Herry Haerudin, Komandan Pusdikku Kodiklatad, Ditinggal Bapaknya Sejak Kelas Satu SD Bisa Masuk Akademi Militer

Profil Kolonel Cku Herry Haerudin, Komandan Pusdikku Kodiklatad, Ditinggal Bapaknya Sejak Kelas Satu SD Bisa Masuk Akademi Militer

CYBER88 -- Kolonel Cku Herry Haerudin merupakan perwira menengah tertinggi TNI AD yang menjabat sebagai Komandan Pusat Pendidikan Keuangan (Pusdikku) Komando Pembina Doktrin, Pendidikan dan Latihan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (Kodiklatad) sejak tanggal 28 Mei Tahun 2021. 

Pria kelahiran Bandung pada tanggal 21 November 1974 itu merupakan lulusan Akademi Militer pada 1996. Sebelumnya menjabat sebagai Kasubditbincab Direktorat Keuangan Angkatan Darat atau Ditkuad dari tanggal 29 Juni 2018

Dia mengawali kariernya sebagai perwira pertama berpangkat Letda sebagai Pama Ditkuad pada Desember  tahun 1996. Di tahun 1997 Herry Haerudin menjabat sebagai Pama Kodam l/BB. Kurang dari satu tahun, ia berpindah jabatan menjadi Paurbuk Pekas Tk-ll Gabrah 5 di Pekanbaru.

Hampir dua tahun sebagai Paurbuk Pekas Tk-ll Gabrah 5 Kudam I/BB di Pekanbaru selanjutnya menduduki posisi sebagai Paurji Pekas Gabrah-9 Kudam l/BB di Lhokseumawe. Hanya Sembilan bulan di sana Herry Haerudin pindah posisi menjadi Pa Pekas Gabrah-8 Kudam l/BB di Tanjungpinang dan berpangkat Letnan Satu.

Di tahun 2001 ia menjadi Pa Pekas Gabrah 6 Kudam l/BB di Bukittinggi yang selanjutnya di tahun 2003 saat berpangkat Kapten menduduki posisi Pa Pekas Gabrah-7 Kudam l/BB di Padang hampir tiga tahun lamanya. Lalu di tahun 2006 menempati posisi Gumil Gol Vl Pusdikku.

Setelah itu, saat dirinya berpangkat Mayor posisi yang ditempatinya yakni, Kasiopsdik Pusdikku pada tahun 2008 dan enam bulan kemudian ia menepati jabatan Pabanda Progdalwasgar Spaban l/Ren Spersad hingga tahun 2011 berpindah lagi menjadi Kabaglitbang Subditbicab Ditkuad selama kurang lebih satu tahun pindah lagi menjadi Pa Pekas Gabpus 15 Kupus II Ditkuad.

Tanggal 1 April 2013, Herry Haerudin berpangkat Letnan Kolonel dan di tahun 2016 menjabat sebagai Kakudam Xll/Tpr

Jenjang pendidikannya, tahun 1997 Sussarcabku, kemudian tahun 2006 Suslapa dan tahun 2011 dikreg Seskoad. Sedangkan jenjang pendidikan pengembangan spesialisasi Latsar Para tahun 1995, Kibi AD 1997, Suspadalku tahun 1999, Susgumil tahun 2007, Diklat Auditor Ahli tahun 2014, Suspimjemen Kemhan tahun 2018

Pada Cyber88.co.id Kolonel Cku Herry Haerudin yang merupakan anak ke-9 dari 9 bersaudara menceritakan. Ia pertama sekolah SD di SDN Moh Toha 3 Bandung, kemudian SMPN 3 Bandung dan selanjutnya merantau ke Magelang Jawa Tengah untuk bersekolah di SMA Taruna Nusantara Magelang yang baru didirikan pada tahun 1990 dan dia merupakan siswa angkatan pertama sekolah tersebut.

Walaupun diterima kuliah di ITB Bandung namun saya memilih pendidikan di Akademi Militer Magelang dengan salah satu motivasinya adalah membuat bangga orang tua terutama Emak saya karena bapak sudah meninggal ketika saya duduk di bangku SD kelas 1 pada tanggal 28 Maret 1982. Pada saat bapak saya meninggal saya membantu meringankan beban Emak dalam membiayai 9 orang anaknya dengan mengandalkan uang pensiunan Veteran Pejuang dari Bapak, “Tutur Herry.

Doa restu Emak adalah modal utama saya dalam meniti karier di dunia militer, bahkan berkat doa restu Emak, Saya memperoleh istri yang sholehah yang telah memberikan saya 4 orang anak yang cantik dan ganteng. 

Saya memegang prinsip apapun yang dilakukan harus mendapat restu dan ridho dari Emak saya. Karena dengan demikian maka ridho Allah Subhanawata’ala akan didapatkan dan semua yang dilakukan akan berhasil dengan baik.

Pada tahun 2014 mendapatkan penghargaan dari Kasad sebagai juara I lomba karya tulis pada acara Rabinniscab dan pada tahun 2018 mendapat juara lomba tembak eksekutif Falling Plat mewakili Kodam XII/Tpr. Karena sebagai prajurit, apapun Korpsnya harus mampu menembak dengan baik.

Demikian penuturan Kolonel Cku Herry Haerudin Komandan Pusdikku Kodiklatad yang menjadikan seorang ibu menjadi sosok yang paling istimewa di hatinya.

Tak bisa dipungkiri, bahwa do'a orang tua merupakan modal terbesar kesuksesan seorang anak. Artinya kesuksesan yang dicapai seorang anak tak bisa lepas dari peran orang tua terutama do'a. Ya, do'a orang tua adalah do'a yang paling mustajab terutama do'a seorang ibu karena do'a dari seorang ibu menurut keterangan bisa menembus langit. 

Komentar Via Facebook :