Intruksi Mualem Gelar Milad GAM 4 Desember Seperti Biasa

Intruksi Mualem Gelar Milad GAM 4 Desember Seperti Biasa

CYBER88 | Banda Aceh -- Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Pusat, Muzakir Manaf atau Mualem menginstruksikan para kader dan seluruh eks kombatan GAM untuk menggelar peringatan 4 Desember seperti biasa.

Seperti biasa yang dimaksud Mualem yakni merayakan Milad GAM dilakukan dengan doa bersama, menyantuni anak yatim, dan berziarah ke makam para mantan pejuang GAM.

Hal itu disampaikan Mualem melalui Jubir KPA Pusat, Azhari Cagee, pada Jum’at (3/12/2021) menjelang peringatan 4 Desember, besok.

Mualem menginstruksikan kepada jajaran KPA ban sigom Aceh, peringatan 4 Desember seperti biasa dengan melakukan santunan anak yatim, zikir, doa bersama, dan ziarah ke makam para syuhada yang telah syahid berpulang kepada Allah SWT.

“Acara 4 Desember ya seperti tahun-tahun sebelumnya saja. Itu instruksi Mualem,” sambung Azhari Cagee menegaskan.

Tujuan memperingati 4 Desember, lanjutnya, agar masyarakat Aceh tidak lupa pada sejarah. Karena bertepatan dengan tanggal tersebut, sebuah sejarah dimasa lalu pernah terjadi dan tentu membekas kepada masyarakat Aceh.

“4 Desember suatu sejarah yang terjadi di Aceh, tidak bisa dilupakan. Wajib dikenang dan 4 Desember ini kita peringati seperti biasa, doa, zikir, dan ziarah,” katanya.

Terkait tentang pengibaran bendera yang setiap tahun dikaitkan menjelang 4 Desember, Azhari Cagee Jubir KPA pusat menyebutkan bahwa KPA tidak menyuruh dan tidak melarang pengibaran bendera bintang bulan

Kita tidak menyuruh dan tidak melarang. Karena itu sudah menjadi bendera Aceh sesuai Qanun Nomor 3 tahun 2013. Maka KPA tidak dalam kapasitas menyuruh dan melarang. Nanti kalau menyuruh dan melarang akan dianggap itu bendera KPA. Padahal itu bendera jelas bendera Aceh sesuai qanun,

Oleh karena itu, menurut Azhari Cagee, yang berhak menindaklanjuti terkait polemik bendera Aceh adalah Gubernur Aceh dan DPRA, untuk tahun ini secara komando pusat dan KPA wilayah Aceh Rayeuk akan memperingati 4 Desember di Meureu,

Kita juga meminta kepada pihak keamanan bila ada satu dua bendera yang dikibarkan oleh masyarakat Aceh hendaknya bisa mengedepankan cara persuasif mungkin itu bentuk kekecewaan dari masyarakat karna belum berjalan Qanun 3 tahun 2013, kepada masyarakat juga kita meminta untuk terus menjaga damai yang telah yang telah berjalan selama 16 tahun ini,” pungkanya. [Maher]

Komentar Via Facebook :