Askab PSSI Garut Gelar Coaching Clinic Bagi Para Pelatih
CYBER88 | Garut -- Asosiasi Kabupaten (Askab) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Garut menggelar Coaching Clinic bagi para pelatih sepakbola.
Pelaksanaan Coaching Clinic menjadi salah satu program Askab PSSI demi meningkatkan pemahaman kepelatihan bagi para pelatih sepakbola dengan menghadirkan pemateri Dino Sefryanto, S.Pd (Pelatih Fisik Nasional) dan Dr.Asep Angga Permadi, M.Pd.(Pelatih Porprov Kab.Garut).
Acara Coaching Clinic dibuka langsung oleh Ketua Askab PSSI Garut, H.Amirudin Latif dan diikuti sebanyak 93 peserta, bertempat di Gedung Serba Guna PGRI Mekar Wiyana, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Jawa-Barat, Minggu (13/2/2022).
Turut hadir acara tersebut Dr.Asep Angga Permadi, S.Pd(Sekjen Askab PSSI Garut), Restu Mugian Hakim, S.Pd (Bendum Askab PSSI Garut), H.Amar Komarudin, S.Pd,MM, (Koordinator Kegiatan Coaching Clinic), Wahyudin Sumantri (Ketua Pelaksana Liga Desa), Haris Munandar, S.Pd, (Sekretaris Panpel Liga Desa), H.Darso (Ketua Panpel Zona ll) dan peserta Coaching Clinic.
Ketua Askab PSSI Garut, H.Amirudin Latif, mengatakan, kegiatan Coaching Clinic ini merupakan Program Askab dalam menguatkan Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya bagi pelatih sepakbola.
"Kami (Askab PSSI) menggelar Coaching Clinic, alhamdulillah disambut antusias peserta yang sangat luar biasa karena jarang sekali PSSI bisa menghadirkan instuktur pelatih fisik nasional,
Tujuan dari acara ini, salah satunya bagi para pelatih untuk meningkatkan kapasitas, melalui teori dan praktek dari instruktur," katanya.
Kendati demikian, Amirudin Latif mengungkapkan, selain mendapatkan materi umum tentang sepak bola para pelatih juga dibekali dengan misi kemanusiaan focus terhadap mendukung upaya pencegahan penularan Covid-19.
Pada pelaksanaan Coaching Clinik di masa pandemi Covid-19, hanya dibatasi peserta yang terwakili dari sejumlah Kecamatan. Hal ini dilakukan sebagai bentuk kontribusi dalam mendukung program Pemerintah menekan penyebaran Covid 19.
"Seperti kita tau saat ini terjadi peningkatan kasus Covid 19, untuk itu Coaching Clinic hanya dibatasi 93 peserta, pelaksanaan kegiatan ini dengan penerapan Protokol Kesehatan(Prokes) secara ketat," tandasnya.
Ia berharap, dengan digelarnya Coaching Clinic dapat meningkatan pemahaman bagi pelatih dan dapat terimplementasi dalam tugas dan tanggung jawab kepelatihan kedepan, baik di lapangan maupun di luar lapangan.
"Saya harapkan setelah mengikuti pelatihan ini nantinya kedepan mempunyai dasar-dasar bagaimana cara membina klub di daerah masing-masing untuk membantu pengembangan sepakbola, " pungkas Ketua Askab PSSI Garut. (Suwito)


Komentar Via Facebook :