Operasi Pasar Murah Minyak Goreng di 3 Kecamatan Majalengka
CYBER88 | Majalengka – Masih sulitnya mendapatkan minyak goreng di Kabupaten Majalengka, Pemerintah Kabupaten Majalengka menggelar operasi pasar minyak goreng murah melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Majalengka bekerjasama dengan Sub Bulog Cabang Cirebon, Selasa (1/3/22).
Bupati Majalengka, Karna Sobahi langsung meninjau Operasi Pasar di tiga titik, yaitu Kelurahan Majalengka Wetan, Kelurahan Simpeureum, dan Desa Jatiserang dengan didampingi Kepala Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kab. Majallengka, Kepala Sub Bulog Cabang Cirebon, dan Staf Ahli Bupati.
Karna Sobahi menyampaikan, kegiatan Operasi Pasar Minyak Goreng ini dilakukan dengan tujuan agar dapat memenuhi kebutuhan bahan pokok masyarakat di tengah pandemi yang masih terjadi saat ini. Karena minyak goreng merupakan hal yang dianggap pokok bagi kehidupan, salah satunya kegiatan perekonomian para pedagang, dimana juga saat ini telah terjadi kelangkaan minyak goreng di sejumlah wilayah di Indonesia.
Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan minyak goreng, pada Operasi Pasar Murah Minyak Goreng ini, Pemkab Majalengka bekerjasama dengan Bulog Cirebon telah menyiapkan sebanyak 8.000 liter minyak goreng untuk 4.000 orang di dua Kelurahan dan satu desa.
"Jatah yang diberikan kepada warga, yakni untuk Kecamatan Majalengka 4.000 liter, Cigasong dan Panyingkiran sebanyak 2.000 liter. Masyarakat diberikan jatah hanya 2 liter minyak goreng saja per orangnya. Untuk per liternya, masyarakat hanya cukup membayar seharga Rp 14.000," ucap Bupati.
Pemkab Majalengka terus memantau penyebab kelangkaan minyak goreng yang terjadi di Majalengka dengan bekerja sama bersama TNI dan Polri untuk melakukan monitoring ke pasar-pasar maupun toko modern agar mengantisipasi terjadinya penimbunan di beberapa bulan mendatang menjelang Ramadhan.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Majalengka, Aeron Randi menjelaskan, operasi pasar ini akan digelar di beberapa titik. Sebelumnya telah dilakukan sidak ke beberapa supermarket serta toko grosir yang ada di wilayah Kabupaten Majalengka.
"Ketersediaan minyak goreng dengan harga HET masih belum stabil. Kondisinya ini memang pengaruh harga pasar, karena masih masa transisi. Kami sudah memantau ke beberapa pusat perbelanjaan. Kita juga akan terus melakukan operasi pasar bekerjasama dengan Bulog," tutur Aeron.


Komentar Via Facebook :