Sepatu Cibaduyut Kian Terkikis, Butuh Perhatian Dari Pemerintah

Sepatu Cibaduyut Kian Terkikis, Butuh Perhatian Dari Pemerintah

CYBER88 | Bandung -- Cibaduyut dikenal sebagai pusat industri sepatu dan kerajinan kulit. Tak hanya dikenal warga Bandung, Cibaduyut yang berlokasi di daerah Bojongloa Kidul, Kota Bandung, Jawa Barat ini pun terkenal seantero jagat, bahkan banyak dikunjungi kalangan pejabat dan turis.

Jarak tempuh ke Cibaduyut sendiri adalah sekitar 10 km atau 30 menit dari pusat kota alun-alun Bandung.

Bukan tanpa alasan Cibaduyut disebut sebagai pusat industri sepatu dan kerajinan kulit. Pasalnya, memang banyak pengrajin rumahan yang memproduksi Sepatu dan berbagai macam produk dari kulit. Namun, sejak adanya Pandemi Covid-19 persepatuan di cibaduyut cukup meredup dan terkikis produk luar.

Riva, salah satu manager perusahaan local yang memiliki Bran cukup ternama di Cibaduyut mengungkapkan, bahwa sejak adanya pandemic Covid-19, pengunjung ke Cibaduyut sangat berkurang sehingga berdampak terhadap penjualan sepatu yang biasa dilakukan secara offline atau interaksi langsung dengan pembeli. 

“Sementara, para pengrajin produksi rumahan sampai hari ini masih bergantung kepada pemesanan para pengusaha local di Cibaduyut,” Ungkap Reva pada Cyber88.co.id, Selasa (14/5/2022).

Suasana Cibaduyut yang Sepi Pengunjung

Menurutnya, hal ini berdampak juga terhadap pengrajin sepatu Cibaduyut yang semakin hari semakin berkurang. Apalagi terkendala dengan harga bahan baku yang mahal dan banjirnya barang barang luar dari produksi Cibaduyut yang semakin hari semakin banyak.

Hal inilah yang membuat para pengrajin sepatu cibaduyut malas untuk bersaing dengan produk produk luar yang tidak dapat dikendalikan. Ditambah dengan pasar online barang bekas merk terkenal dari luar negri membanjiri Marketplace dengan harga murah,” Ujar dia.

Ia menyebut, Icon Cibaduyut terkenal dengan produk sepatu kulit Handmade (Buatan tangan) asli Cibaduyut, sekarang satu persatu berkurang. 

Karena demikian, Riva berharap adanya bantuan dari para pengusaha local dan pemeritah untuk merangasang generasi muda, khususnya para penerus  pengrajin sepatu asli Cibaduyut.  

“Semoga saja kedepan perhatian pemerintah dapat membantu para pengrajin sepatu untuk terus berkarya,” Pungkasnya. (Jay)

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait :