Pemerintah Kembangkan Water Taxi di Bali, ASDP Siap Perkuat Konektivitas Transportasi Terintegrasi

Pemerintah Kembangkan Water Taxi di Bali, ASDP Siap Perkuat Konektivitas Transportasi Terintegrasi

CYBER88 | Bali – Pemerintah terus mendorong inovasi di sektor transportasi guna menjawab tingginya mobilitas wisatawan dan aktivitas ekonomi di Bali. Salah satu langkah strategis yang tengah disiapkan adalah pengembangan layanan water taxi sebagai solusi konektivitas yang cepat, efisien, dan terintegrasi.

Inisiatif ini melibatkan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) yang berperan aktif dalam mendukung persiapan layanan transportasi laut tersebut. Rencananya, water taxi akan menghubungkan Bandara I Gusti Ngurah Rai dengan kawasan Canggu, yang selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata dengan tingkat kepadatan lalu lintas cukup tinggi.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menyampaikan bahwa pengembangan layanan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung kebijakan pemerintah untuk menciptakan sistem transportasi antarmoda yang terpadu. Menurutnya, kehadiran water taxi diharapkan mampu menjadi alternatif transportasi yang tidak hanya efisien, tetapi juga aman dan nyaman bagi masyarakat serta wisatawan.

Senada dengan itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menilai bahwa water taxi menjadi solusi strategis dalam mengintegrasikan moda transportasi darat, laut, dan udara. Selain meningkatkan efisiensi mobilitas, layanan ini juga diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas, khususnya di wilayah Kabupaten Badung yang menjadi pusat pariwisata Bali.

Sebagai bagian dari penugasan pemerintah, ASDP bersama PT Angkasa Pura Indonesia telah merampungkan studi kelayakan proyek tersebut. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengembangan water taxi memiliki potensi besar untuk direalisasikan, dengan mempertimbangkan berbagai aspek seperti pasar, teknis, finansial, operasional, serta dampak sosial dan lingkungan.

Dari hasil studi tersebut, lintasan Sekeh – Canggu (Berawa) ditetapkan sebagai rute prioritas pada tahap awal pengembangan. Secara operasional, layanan ini diproyeksikan mampu memangkas waktu tempuh perjalanan dari Bandara Ngurah Rai menuju Canggu yang biasanya mencapai 1 hingga 2 jam melalui jalur darat, menjadi sekitar 30 menit melalui jalur laut.

Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menjelaskan bahwa penentuan rute dilakukan melalui kajian menyeluruh dengan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk keselamatan pelayaran, kondisi perairan, kesiapan infrastruktur, serta kebutuhan pengguna. Ia menegaskan bahwa layanan ini dirancang untuk menjadi moda transportasi yang efisien sekaligus terintegrasi dengan ekosistem pariwisata Bali.

Saat ini, proyek masih berada pada tahap lanjutan dengan fokus pada penyusunan Detailed Engineering Design (DED) serta pemenuhan berbagai aspek perizinan bersama PT Angkasa Pura Indonesia. Tahapan tersebut ditargetkan rampung pada tahun 2026 sebelum diajukan kepada pemerintah untuk mendapatkan arahan dan penugasan berikutnya.

Melalui pengembangan water taxi ini, ASDP menegaskan kesiapannya dalam mendukung kebijakan pemerintah untuk memperkuat konektivitas transportasi nasional yang terintegrasi, dengan tetap mengutamakan keselamatan, kesiapan infrastruktur, serta keberlanjutan layanan bagi masyarakat dan sektor pariwisata.

Komentar Via Facebook :