Syawalan Pariwisata Nasional di Ponggok: Dari Silaturahmi Menuju Strategi Pengembangan Destinasi Air Berkelanjutan

Syawalan Pariwisata Nasional di Ponggok: Dari Silaturahmi Menuju Strategi Pengembangan Destinasi Air Berkelanjutan

CYBER88 || KLATEN – Kegiatan Syawalan Lintas Pelaku Pariwisata Nusantara yang berlangsung di Umbul Besuki, Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Klaten, pada 17 April 2026, tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi tahunan. Pertemuan ini berkembang menjadi forum strategis yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari travel agent, pemandu wisata, hingga pelaku industri pariwisata dari berbagai daerah, untuk merumuskan arah pengembangan destinasi berbasis mata air yang berkelanjutan.

Ketua TP PKK Desa Ponggok, Ratnasari Irawati, menyampaikan apresiasi atas terpilihnya Ponggok sebagai tuan rumah kegiatan berskala nasional tersebut. Ia menilai, kepercayaan ini menjadi pengakuan atas konsistensi masyarakat dan pemerintah desa dalam mengelola potensi wisata lokal. Menurutnya, pembangunan pariwisata yang berkelanjutan harus berakar pada kekuatan komunitas serta penghargaan terhadap inisiatif warga.

Ratnasari juga mengungkapkan capaian positif selama musim libur Lebaran, di mana sejumlah destinasi wisata air di Klaten seperti Umbul Ponggok, Umbul Besuki, Umbul Sigedang, dan Umbul Kapilaler mengalami peningkatan kunjungan signifikan. Lonjakan ini turut mendorong peningkatan pendapatan desa serta kesejahteraan masyarakat, sekaligus memperkuat posisi wisata air sebagai penggerak utama ekonomi lokal.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dan dinas terkait dalam memperkuat promosi serta meningkatkan infrastruktur penunjang. Sinergi antara publikasi digital yang masif dan perbaikan fasilitas dinilai menjadi faktor penting agar destinasi wisata seperti Ponggok mampu bersaing di tingkat nasional.

Sementara itu, Heri Widodo atau yang akrab disapa Abah Heri, seorang pemandu wisata dari Yogyakarta, menyoroti pentingnya pemerataan destinasi wisata di Indonesia. Ia berharap arus wisatawan domestik tidak hanya terpusat pada daerah populer seperti Bali dan Lombok, tetapi juga menjangkau destinasi lain yang memiliki potensi besar, termasuk Ponggok.

Menurut Abah Heri, komunikasi dan kolaborasi antar pelaku pariwisata menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas layanan dan pemasaran. Ia menilai, pertukaran pengalaman dan praktik terbaik antar daerah dapat memperluas wawasan sekaligus membuka peluang baru dalam menarik minat wisatawan domestik.

Sebagai bagian dari kegiatan, peserta mengikuti tur menggunakan kendaraan klasik VW Combi untuk meninjau langsung sejumlah objek wisata air di sekitar Ponggok. Kegiatan ini menjadi sarana evaluasi lapangan terhadap kesiapan infrastruktur, kualitas layanan, serta potensi pengalaman wisata yang ditawarkan kepada pengunjung.

Hasil observasi tersebut diharapkan dapat menjadi dasar dalam menyusun rekomendasi strategis, baik dalam peningkatan fasilitas, penguatan pelayanan, maupun pengembangan promosi yang lebih tepat sasaran.

Kolaborasi antara komunitas lokal, dukungan pemerintah, serta jejaring pelaku industri pariwisata dinilai menjadi fondasi penting dalam menciptakan destinasi yang berdaya saing. Ratnasari dan Abah Heri sepakat bahwa sinergi lintas sektor dan daerah merupakan kunci utama untuk mengembangkan destinasi kecil agar mampu tumbuh secara berkelanjutan.

Melalui forum ini, Ponggok tidak hanya menjadi tuan rumah, tetapi juga contoh nyata bagaimana potensi lokal dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi yang inklusif. Dengan komitmen bersama dan langkah yang terarah, Ponggok diyakini mampu menjadi model pengembangan pariwisata berbasis komunitas di tingkat nasional. (Agus STP)

Komentar Via Facebook :