Kisah Inspirasi Sepasang Lansia  Pengrajin Tusukan Sempol

Kisah Inspirasi Sepasang Lansia  Pengrajin Tusukan Sempol

CYBER88 | Tanggamus – Di usianya yang sudah begitu senja, Samlawi (80) terus berjuang mencari nafkah dengan menjadi pengrajin tusukan sempol.

Selama ini ia tinggal berdua bersama Sanah (60) yang tidak lain sang istri yang selalu setia mendampingi dan membantu pekerjaannya, setelah semua anaknya berkeluarga, Samlawi dan sang istri tinggal berdua saja,

Ketika dijumpai awak media di kediamannya Samlawi menuturkan, "Saya tinggal berdua saja dengan istri, karena saya gak mau ngerepotin anak anak, saya bertahan hidup dengan pekerjaan ini, karena ya mau gimana lagi," ungkapnya.

Saya cuma bisa kerja begini, saya dapat uang dari hasil menjual tusukan sempol ini, yang saya jual per ikat 1500 rupiah, kalo sehari saya paling dapat dua ikat, jadi saya kumpulin dulu sampai dapat sepuluh ikat baru saya jual," tuturnya,

Sanah istri Samlawi mengucapkan, saya hanya bisa membantu suami saya untuk cari bambunya saja, yang kebetulan saya ngambil bambunya di kebun sendiri, jadi Alhamdulillah gak begitu sulit untuk nyari bambunya," ujar Sanah.

Dengan uraian sepasang lansia di atas merupakan inspirasi bagi kita semua,

Bahkan, warga RT 001 RW 001 Pekon Gunung Tiga,  Kecamatan Pugung tersebut, masih semangat dalam berkarya dan bekerja demi mencukupi kebutuhan hidup

Potret Keseharian Samlawi tak sengaja terekpos, disaat bunda Roswati Ketua LKS Alamanda melintas di depan rumahnya, pada Rabu 28 September 2022,,

Samlawi mengaku tak ingin berkeluh-kesah pada anak anaknya, walaupun hidup di rumah sederhana karena ia juga selalu mendapat bantuan dari anak-anaknya dan mendapat bantuan pemerintah.

Ketua LKS Alamanda, Roswati yang selalu peduli kepada sesama sebelum meninggalkan kediaman kakek Samlawi, ia pun menggoreskan catatan pada bukunya yang dibawa.

Bahkan sebelum pamitan, ia tak lupa memberikan sesuatu kepada kakek Samlawi guna membantu untuk kebutuhan sehari-harinya. (yuntina)

Komentar Via Facebook :