Terhadap Kekecewaan DPMPTSP dan Starnas KPK RI Tidak Dapat Masuk Perkebunan, Begini Jawab Humas PT SEBAL

Terhadap Kekecewaan DPMPTSP dan Starnas KPK RI Tidak Dapat Masuk Perkebunan, Begini Jawab Humas PT SEBAL

CYBER88 | Kampar - Terhadap ungkapan kekecewaan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Kampar, Ir. Zulia Dharma melalui Kepala Bidang Penyelenggaraan Perizinan dan Non Perizinan B, Andri Micho, S. Hut., M. Si, yang mengatakan kecewa dengan manajemen PT. Sekar Bumi Alam Lestari (SEBAL) karena terhalang memasuki kawasan kebun itu, pihak Humas mewakili manajemen meminta maaf Kala dianggap salah. 

Sebelumnya Andri Micho mengatakan, tim Stranas PK Kampar merasa heran dan bertanya-tanya, kenapa PT. Sebal tidak memperbolehkan mereka masuk ke lahan perkebunannya. Padahal tim Stranas PK Kampar dan tim Stranas KPK RI datang secara resmi.

“Kami ingin berdiskusi guna merapikan perizinan yang dimiliki oleh perusahaan. Kita juga ingin mendengarkan kendala-kendala apa yang mereka hadapi dalam proses perizinan yang mereka butuhkan,” ungkap Andri Micho.

Disebutkan Humas PT Sebal, Firmansyah dalam satu berita media online menuliskan bahwa kedatangan DPMPTSP bersama Tim Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK) Kabupaten Kampar bersama Tim Stranas KPK RI memasuki lahan perusahaan.

Padahal PT. Sekar Bumi Alam Lestari (PT SEBAL) yang terletak di Kecamatan Tapung Hilir bukan menghalangi tim tersebut memasuki wilayah kebun namun terkait SOP security perusahaan dengan meminta surat tugas dari yang mengatasnamakan DPMPTSP dan/atau STRANAS PK namun tidak dapat menunjukkan kepada petugas keamanan PT SEBAL.

“Kita welcome sama siapa saja, jadi kita tidak pernah menghalangi Tim Stranas KPK berkunjung ke PT Sebal, Terkait terhalang oleh security perusahan itu hanya masalah SOP.

Dan kedatangan tim itu sebelumnya tidak ada pemberitahuan pada Top manajemen,” katanya, Rabu (9/8/23).

Kata Firmansyah, selain tidak mendapat pemberitahuan dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu mapun Tim Stranas KPK RI saat itu top manajemen sedang tidak satupun berada di lokasi kebun.

“Saya mendapat telepon (HP) setelah security ribut di lapangan. Kalau bicara kecewa, kita duluan kecewa karena tidak ada pemberitahuan dan mereka memaksa masuk tanpa menunjukkan surat tugas kepada petugas keamanan perusahaan,” katanya.

Namun walau begitu kata Firmansyah, “kedepannya insyaallah kita akan tetap berkoordinasi, warga biasa saja kita terima dengan baik dan tentunya dengan pemberitahuan terlebih dahulu, untuk kedepannya ini menjadi pengalaman yang akan bermanfaat dan lebih baik nantinya kepada para pihak,” pungkasnya.  (red/tim)

Komentar Via Facebook :