Peringati HUT ke-74, SMP Negeri 2 Klaten Tegaskan Komitmen Jadi Sekolah Berprestasi dan Berkarakter

Peringati HUT ke-74, SMP Negeri 2 Klaten Tegaskan Komitmen Jadi Sekolah Berprestasi dan Berkarakter

CYBER88 | KLATEN — Puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 SMP Negeri 2 Klaten (Espero) digelar meriah di halaman sekolah, Jumat pagi (25/7/2025), dengan pelaksanaan upacara bendera dan pelepasan balon ke udara sebagai simbol semangat kebersamaan dan harapan.

Kepala SMP Negeri 2 Klaten, Tonang Yuniarta, menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan HUT telah berlangsung sejak Juni. Selain memperingati hari lahir sekolah pada 25 Juli 1951, peringatan tahun ini juga dirangkaikan dengan Hari Jadi ke-221 Kabupaten Klaten dan HUT ke-80 Republik Indonesia.

“Tanpa mengurangi makna dan tetap menjaga proses belajar-mengajar, kami ingin peringatan tahun ini berjalan meriah dan penuh makna,” ujar Tonang.

Ia menegaskan, di usia ke-74 ini, Espero terus berupaya menjadi sekolah unggul dalam prestasi akademik dan pendidikan karakter. Dengan sistem zonasi yang membuat kemampuan dasar siswa relatif merata, sekolah yang memiliki 770 siswa dan 58 tenaga pendidik ini tetap menargetkan keunggulan melalui penguatan karakter, inklusivitas, dan integritas.

“Strateginya adalah membangun kemitraan dengan masyarakat, alumni, media, dan lembaga pendidikan lainnya. Kami ingin menjadi sekolah yang tidak hanya berprestasi, tapi juga bebas dari perundungan,” tegas Tonang.

Ketua Komite Sekolah, H. Moch. Isnaeni, menyambut baik komitmen sekolah untuk terus menjadi lembaga pendidikan yang bermutu. Ia berharap Espero bisa mencetak siswa yang unggul secara akademik, emosional, dan spiritual.

“Sekolah ini harus punya ciri khas sebagai sekolah berkarakter. Namun untuk mencapainya, diperlukan dukungan fasilitas, lingkungan yang kondusif, serta tenaga pendidik yang kompeten,” katanya.

Menurutnya, tenaga pengajar profesional, strategi pembelajaran yang adaptif, dan perangkat belajar yang relevan menjadi kunci menuju sekolah bermutu.

“Untuk itu, perencanaan yang berorientasi masa depan serta kolaborasi dengan komite dan stakeholder mutlak diperlukan agar sekolah menjadi tempat belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan,” pungkasnya. (Kisnadi)

 

Komentar Via Facebook :