Jelang Pergantian Tahun, Bupati Majalengka Pastikan Harga Pangan Stabil melalui Gerakan Pangan Murah

Jelang Pergantian Tahun, Bupati Majalengka Pastikan Harga Pangan Stabil melalui Gerakan Pangan Murah

CYBER88 | MAJALENGKA — Menjelang pergantian tahun dari 2025 ke 2026, Bupati Majalengka H. Eman Suherman didampingi Wakil Bupati Dena Muhammad Ramdan memberikan arahan strategis saat memimpin apel di halaman Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Majalengka. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) serta penyerahan bantuan sarana dan prasarana pertanian serta peternakan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Majalengka.

Dalam arahannya, Bupati menyampaikan bahwa Kabupaten Majalengka memiliki ketahanan pangan yang kuat dengan luas Lahan Baku Sawah (LBS) sekitar 50.000 hektare. Meski demikian, ia menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara perlindungan lahan pertanian berkelanjutan (LP2B seluas 37.000 hektare) dan kebutuhan pengembangan kawasan industri serta investasi.

“Kita ingin Majalengka terus maju. Lahan pertanian harus tetap dijaga untuk ketahanan pangan, namun di sisi lain pembangunan dan investasi juga diperlukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Bupati.

Dalam menghadapi momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Bupati mengapresiasi pelaksanaan Gerakan Pangan Murah yang digelar oleh DKP3 sebagai langkah antisipatif pengendalian harga. Meskipun secara umum harga bahan pokok di Majalengka relatif stabil, ia menekankan kewaspadaan terhadap komoditas yang berpotensi mengalami fluktuasi, khususnya cabai.

Bupati menginstruksikan jajaran DKP3 untuk terus memantau perkembangan harga di lapangan dan segera melaporkan apabila terjadi kenaikan yang tidak wajar agar dapat dilakukan intervensi secara cepat.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyerahkan secara simbolis 7 unit sepeda motor operasional bantuan dari Kementerian Pertanian kepada penyuluh pertanian berprestasi. Ia memastikan bahwa fasilitas yang diberikan dapat tetap digunakan untuk mendukung kegiatan pendampingan petani, meskipun status kepegawaian penyuluh kini berada di bawah pemerintah pusat.

Selain itu, turut diserahkan bantuan ternak berupa sapi, kambing, dan ayam melalui program Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang disalurkan ke wilayah Banjaran dan Talaga.

“Saya berupaya maksimal ke pemerintah provinsi dan pusat agar program ini bisa hadir di Majalengka. Ternak ini harus benar-benar dikembangkan, sehingga memberi manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” tegas Bupati.

Sementara itu, Kepala DKP3 Kabupaten Majalengka H. Gatot Sulaeman melalui Kepala Bidang Ketahanan Pangan H. Ence menjelaskan bahwa meskipun terdapat kecenderungan kenaikan harga pangan di akhir tahun, kondisi di Majalengka masih terkendali berkat kuatnya produksi lokal.

“Alhamdulillah, Majalengka berada dalam kondisi surplus. Produksi sayur-mayur, beras, daging, hingga telur mampu mencukupi kebutuhan masyarakat selama Natal dan Tahun Baru,” jelasnya.

Sebagai langkah konkret pengendalian inflasi daerah, Pemerintah Kabupaten Majalengka telah melaksanakan Gerakan Pangan Murah di 10 titik strategis, sesuai arahan Bupati, untuk menjaga daya beli masyarakat.

Selain fokus pada ketahanan pangan, Pemkab Majalengka juga memberikan perhatian terhadap keberlanjutan peran penyuluh pertanian. Tercatat sebanyak 293 penyuluh yang sebelumnya merupakan pegawai daerah kini telah beralih status kepegawaian ke pemerintah pusat.

Meski demikian, H. Ence menegaskan bahwa koordinasi dan sinergi antara penyuluh dan Pemerintah Kabupaten Majalengka tetap berjalan optimal demi menjaga produktivitas dan ketahanan pangan daerah.

 

Komentar Via Facebook :