Program TMMD ke-128, Rumah Sandi di Pulomerak Dibangun Ulang: Haru di Tengah Keterbatasan
CYBER88 | CILEGON – Kebahagiaan tak terduga menyelimuti Sandi (25), warga Lingkungan Serut RT 02 RW 07, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon. Di tengah kondisi ekonomi sebagai buruh serabutan dan rumah yang kian rapuh, ia terpilih sebagai penerima bantuan program TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke-128 tahun 2026 berupa perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).
Momen haru terjadi saat puluhan personel TNI, Polri, serta perwakilan BUMN mendatangi kediamannya. Kehadiran rombongan yang dipimpin langsung oleh Dandim 0623/Cilegon, Letkol Inf. Imam Buchori, membawa kabar bahagia bagi Sandi yang tak menyangka rumahnya akan direnovasi total.
“Jujur saya kaget. Dari kecil sudah ditinggal orang tua, rumah ini punya kenangan tersendiri. Sampai sekarang masih tidak percaya Pak Dandim datang,” ujar Sandi dengan suara bergetar, Sabtu (25/4/2026).
Sebagai kepala keluarga dengan satu anak, Sandi mengaku beban hidupnya cukup berat. Ia sempat memiliki pekerjaan tetap pada 2020, namun pandemi Covid-19 membuatnya kehilangan pekerjaan. Kini ia bekerja sebagai buruh bangunan serabutan dengan penghasilan tidak menentu.
Dandim 0623/Cilegon, Letkol Inf. Imam Buchori, menegaskan bahwa pemilihan penerima bantuan dilakukan berdasarkan kondisi riil masyarakat yang membutuhkan. Ia memastikan seluruh biaya pembangunan rumah Sandi akan ditanggung hingga selesai.
“Tidak usah memikirkan biaya rekonstruksi, semua kami tanggung. Yang penting kamu fokus menjadi pemimpin keluarga yang bertanggung jawab,” tegasnya.
Selain bantuan fisik, Imam Buchori juga memberikan pesan moral kepada Sandi agar tetap kuat dan berperan aktif dalam membesarkan anaknya. Ia menekankan pentingnya tanggung jawab seorang ayah dalam membangun masa depan keluarga.
Program Rutilahu ini merupakan bagian dari TMMD ke-128 yang melibatkan kolaborasi lintas sektor, termasuk dukungan dari perusahaan BUMN di wilayah industri Cilegon. Gotong royong menjadi kunci utama dalam pelaksanaan program tersebut.
Perwakilan PT Krakatau Steel Group, Andri, menjelaskan bahwa pada tahun 2026 pihaknya membangun tiga unit rumah di wilayah Cilegon, yakni di Mekarsari, Cilung, dan Laik. Program ini merupakan bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung penyediaan hunian layak bagi masyarakat.
“Total sejak tahun 2020 kami sudah membangun 108 rumah, dan dengan tambahan tahun ini menjadi 116 unit. Pembangunan ini juga sejalan dengan program pemerintah dalam menyediakan rumah layak huni,” ujarnya.
Ia menambahkan, proses pembangunan setiap unit rumah ditargetkan selesai dalam waktu sekitar satu bulan dengan standar kelayakan dari sisi kesehatan, kenyamanan, dan kebersihan.
Melalui program TMMD, kehadiran negara di tengah masyarakat kembali ditegaskan. Kolaborasi antara TNI, Polri, pemerintah, dan sektor industri menjadi bukti nyata bahwa persoalan sosial dapat diatasi secara bersama.
Kini, harapan baru mulai tumbuh bagi Sandi. Rumah yang sebelumnya rapuh dan tak layak huni akan segera berubah menjadi tempat tinggal yang aman dan nyaman bagi keluarga kecilnya.


Komentar Via Facebook :