Proyek Drainase Jalan Provinsi di Purwakarta Senilai 1,98 Miliar Disorot, Warga Minta Kualitas Pekerjaan Diawasi Ketat
CYBER88 | PURWAKARTA – Pelaksanaan proyek Perbaikan Drainase Ruas Jalan Pahlawan, Kabupaten Purwakarta, yang dibiayai melalui APBD Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2026 dengan nilai kontrak Rp1.980.988.683,46, menjadi perhatian masyarakat. Warga berharap proyek bernilai hampir Rp2 miliar tersebut dikerjakan sesuai spesifikasi teknis agar hasilnya berkualitas dan berumur panjang.
Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi, pekerjaan tersebut berada di bawah Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Provinsi Jawa Barat melalui UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan III. Proyek memiliki masa pelaksanaan selama 120 hari kalender dan dikerjakan oleh CV Aniang Berkah Abadi.
Di lapangan, terlihat proses pembangunan drainase masih berlangsung. Pekerja melakukan pemasangan saluran beton pracetak (U-Ditch) dan pekerjaan galian di sepanjang ruas jalan.
Namun demikian, dari hasil pantauan di lokasi, sejumlah warga menyoroti dugaan adanya pemasangan U-Ditch yang dinilai belum rapi pada beberapa titik. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran masyarakat terhadap kualitas konstruksi apabila tidak segera diperbaiki sesuai standar teknis yang berlaku.
“Kalau memang masih tahap pekerjaan tentu bisa diperbaiki, tetapi kami berharap pengawas benar-benar teliti agar hasil akhirnya tidak mengecewakan,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Selain kualitas pemasangan, masyarakat juga meminta pengawasan dilakukan secara maksimal mengingat proyek tersebut menggunakan anggaran publik yang nilainya cukup besar. Transparansi, ketepatan spesifikasi material, serta mutu pelaksanaan menjadi aspek yang dinilai penting agar manfaat drainase dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Pengamat infrastruktur menilai setiap pekerjaan drainase harus mengacu pada gambar kerja dan spesifikasi teknis, termasuk memastikan pondasi, elevasi, sambungan antar-U-Ditch, serta proses pengurugan kembali dilakukan sesuai ketentuan. Langkah tersebut penting untuk mencegah terjadinya penurunan konstruksi maupun kerusakan dini setelah proyek selesai.
Hingga berita ini disusun, pekerjaan masih berlangsung. Diharapkan pihak pelaksana bersama konsultan pengawas dan Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat terus melakukan pengawasan intensif agar seluruh pekerjaan memenuhi standar mutu, sehingga anggaran yang bersumber dari APBD dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat. (St)


Komentar Via Facebook :