Seorang Ibu Muda Harus Terpisah dengan Bayinya Usai Melahirkan, Karena Diduga Terinfeksi Covid-19 Akibat Ada Gangguan pada Paru-Parunya

Seorang Ibu Muda Harus Terpisah dengan Bayinya Usai Melahirkan, Karena Diduga Terinfeksi Covid-19 Akibat Ada Gangguan pada Paru-Parunya

CYBER88.CO.ID | Bandung - Hal yang sama di rasakan oleh ibu muda berinisial HN (20) seperti hal nya dirasakan oleh pasien lainnya yang telah di muat dalam berita sebelumnya berjudul, "Curhatan Pasien Penyakit Dalam Diduga Terinfeksi Covid-19: Jangan Ada Stigma Bagi Keluarga dan Masyarakat" ditambah harus berpisah dengan bayinya yang baru dilahirkan.

Melalui pesan WhatsApp, HN menyampaikan bahwa dirinya juga merasa minder dalam kondisi yang di duga terinfeksi Covid-19 dan masih menunggu hasil Swab. Ia merasa takut terjadi stigma di masyarakat dan keluarganya sehingga membuatnya sedikit depresi dalam status PDP itu apalagi keluarganya tidak bisa menemuinya akibat protokol khusus itu, ungkapnya.

HN menuturkan, awal kejadian sehingga dia di rawat di ruang khusus dan masuk dalam penanganan protokol covid-19 RS.Al-Ihsan Bandung.

"Senin subuh (20/04/2020) menurut suaminya, saat HN sedang tidur, tiba-tiba kejang-kejang dalam keadaan tertidur dan terlihat seperti orang yang kesurupan. Karena HN sedang dalam keadaan hamil tua dalam usia kandungan 9 bulan, maka suaminya melarikan HN ke RS.Al-Ihsan, langsung mendapatkan tindakan medis.

Atas persetujuan suaminya, bayi yang ada di dalam kandungan HN pun di keluarkan dengan operasi cesar dan HN sadarkan diri hari selasa di ruangan ICU, (21/04/2020), tururnya.

Setelah dokter yang menangani menyatakan bahwa HN di ketahui ada inpeksi pada paru-paru maka HN pun dipisahkan dengan bayinya, dan saat itu HN pun yang belum mengetahui dirinya terinfeksi harus menjalani isolasi.

Setelah beberapa hari perawatan, di ruang isolasi HN pun merasa sudah sehat dan disatukan dengan pasien lainnya ia menginginkan bertemu dengan bayinya dan pulang namun oleh dokter tidak di ijinkan walaupun ia terus memaksa. 

Setelah di beritahukan bahwa HN paru-parunya ada infeksi maka ia pun menerima keputusan dokter walaupun aga depresi hingga tensi darahnya 169/115, dan setelah mendapatkan arahan dari rekan sekamarnya HN pun aga tenang dan tensinya turun.

HN berharap dirinya tidak terinfeksi virus corona (Covid-19) dan berharap segera bertemu anaknya yang kini terpisah dari pangkuannya akibat dugaan terinfeksi covid-19, Sabtu malam (25/04/2020). *(GS)*

Komentar Via Facebook :