Karena Merasa Tidak Ada Yang Terinfeksi Covid-19, Keluarga Besar Bani Nedi, Tetap Laksanakan Halal Bihalal Di Tengah Pandemi
CYBER88.CO.ID | SUMEDANG - Ada sebuah tradisi Indonesia yang bermula digagas oleh sang Proklamator, Bung Bung Karno bersama KH. Hasbullah Wahab, salah satu ulama cerdas dan berpandangan modern kala itu, dengan tujuan mempersatukan seluruh elemen yang kala itu mulai terpecah. Tradisi itu bernama "Halal Bihalal".
Sebuah kegiatan bernuansa islami yang dilaksanakan secara bersama-sama bersama selepas bulan puasa dalam suasana idul fitri, sebagai sarana silaturrahim dan bermaaf-maafan khususnya sesama keluarga.
Namun, akibat adanya larangan untuk mudik dan berkumpul (social distancing), pada Idul Fitri 1441 H ini, pelaksanaan tradisi ini jadi berkurang.
Kendati demikian, pantauan Cyber88.co.id Sumedang, berbeda dengan yang lainnya dimana Keluarga Besar Bani Nedi, walaupun ada larangan untuk berkumpul tetap melaksanakan kegiartan Halal Bihalal, yang di pelopori oleh Aldi Jamaludin, yang merupakan salah satu Ahli waris dari keluarga besar Bani Nedi.
Aldi, yang juga merupakan pegiat kepemudaan sebagai karang taruna di tempat tinggalnya yakni di Rw 11 Desa cibiru Hilir Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung mengatakan, bahwa keluarga besarnya setiap tahun rutin melakukan kegiatan Halal Bihalal ini.
Ia pun mengatakan bahwa seluruh keluarganya yang berkumpul tidak ada yang terinfeksi virus corona, dan keluarganya telah melakukan rapid test (test cepat), “ungkapnya, minggu (24/05/2020)
Lebih lanjut, Aldi menuturkan bahwa keluarga besarnya yang merupakan para ahli waris dari pasangan Alm bapak Bani Nedi dan Alm ibu Aah, semuanya, berjumlah 10 orang yaitu, Asep suparman, Tati Tarliah, Apong Hasanah, Ade ike siti hajar, Yusi taryati, Ujang Yuyun Priyatna, Elis priyati, Andri Tajudin, Nurlela sari, Kiki Setiawan. Sedangkan dia sendiri adalah anak dari Tati Tarliah, putri kedua keluarga besar Bani Nedi, “tuturnya.
Aldi pun menambahkan bahwa acara rutin tahunan ini, dilaksanakan secara bergiliran dan untuk pembiayaan makan dan minum dilaksanakan seperti arisan dimana yang kebagian jadwal, menanggung biaya kegiatan.
Dalam kegiatan tersebut, selain saling bersilaturahmi, juga saling berbagi sesama yang lainnya. Terutama membagi rejeki kepada anak-anak.
“Kebetulan pada Idul Fitri 1441 H ini kegiatan dilaksanakan di rumah ibunya di Dusun Cipacing 16/04 Desa Mekarbakti, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Jadi, keluarganya yang menyediakan segalanya, “Tutup Aldi. (Arif)


Komentar Via Facebook :