Cegah Sampah Menumpuk di TPA, DLH Klaten Gencarkan Edukasi dari Rumah
CYBER88 I KLATEN — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Klaten terus mendorong masyarakat untuk mengurangi timbulan sampah melalui pengelolaan dari sumbernya. Langkah tersebut dilakukan dengan memperkuat edukasi dan sosialisasi pemilahan sampah, mulai dari lingkungan rumah tangga hingga kelompok pengelola sampah.
Sekretaris DLH Kabupaten Klaten, Waluyo mengatakan, pengurangan sampah dari sumbernya menjadi langkah penting dalam upaya mengurangi beban tempat pemrosesan akhir (TPA).
Menurut pria yang akrab dipanggil Yoyo ini menyatakan, DLH Klaten bermitra dengan legislatif untuk melaksanakan sosialisasi dan edukasi pengelolaan sampah kepada masyarakat. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung selama dua pekan, yakni pada 20 dan 27 September 2026, dengan menyasar sejumlah titik yang telah ditentukan.
"Upaya kita agar masyarakat itu ada pengurangan sampah di tingkat sumber. Kami bermitra dengan legislatif untuk melakukan sosialisasi terkait pengelolaan sampah," ujar Waluyo, Rabu (24/9/2026).
Pilah Sampah dari Rumah, Kurangi Beban TPA
Waluyo menjelaskan, pengelolaan sampah perlu dimulai dari rumah tangga. Masyarakat diharapkan membiasakan diri memilah sampah organik, anorganik, dan sampah yang mengandung bahan berbahaya.
Sampah organik, seperti sisa makanan dan daun, dapat dikelola melalui pengomposan atau metode pengolahan lainnya. Sementara itu, sampah anorganik yang masih memiliki nilai ekonomi, seperti kertas, botol plastik, dan kardus, dapat dipilah untuk dimanfaatkan kembali atau disalurkan melalui bank sampah.
"Yang kita harapkan, sampah yang masuk ke TPA itu hanya sebatas residu," jelasnya.
Ia menyebut, keberadaan bank sampah dan tempat pengelolaan sampah berbasis masyarakat, termasuk TPS3R, dapat membantu mengurangi sampah yang berakhir di TPA. Melalui pemilahan, material yang masih memiliki nilai guna dan ekonomi dapat dimanfaatkan sehingga tidak seluruh timbulan sampah berakhir di tempat pembuangan akhir.
DLH Klaten memperkirakan sekitar 30 persen timbulan sampah merupakan sampah yang belum terpilah dan masih berpotensi dikurangi melalui pengelolaan dari sumbernya. Adapun sampah residu, seperti popok sekali pakai dan material yang belum dapat dimanfaatkan, tetap memerlukan penanganan lebih lanjut.
Waspada Bahaya Membakar Sampah Sembarangan
Selain mendorong pemilahan, DLH Klaten juga mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan membakar sampah rumah tangga, terutama sampah yang telah tercampur dengan bahan kimia.
Waluyo menuturkan, jenis sampah rumah tangga saat ini semakin beragam. Tidak hanya sampah organik dan anorganik, tetapi juga terdapat limbah seperti baterai, kemasan obat nyamuk, botol bekas bahan kimia, serta kemasan cat.
"Kalau dulu benar-benar organik, seperti pembakaran daun kering saja, risikonya tidak terlalu besar. Tetapi kalau sekarang sudah bercampur dengan bahan-bahan kimia, ini sangat berisiko sekali," ungkapnya.
Ia menekankan pentingnya pemilahan sampah berbahaya sejak dari rumah. Baterai bekas, kemasan bahan kimia, dan limbah sejenisnya tidak seharusnya dicampur dengan sampah rumah tangga biasa maupun dibakar secara terbuka.
Menurutnya, kebiasaan membakar sampah yang dahulu dilakukan masyarakat tidak dapat disamakan dengan kondisi sekarang. Perubahan jenis dan komposisi sampah membuat pembakaran secara sembarangan berpotensi menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan.
Pengelolaan Sampah Menjadi Tanggung Jawab Bersama
Waluyo mengajak masyarakat untuk melihat pengelolaan sampah sebagai tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas pemerintah atau petugas kebersihan.
Pengurangan sampah dari rumah, pemilahan material yang masih bernilai ekonomi, serta penanganan sampah berbahaya secara tepat merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan setiap keluarga.
Melalui sosialisasi dan edukasi yang terus dilakukan, DLH Klaten berharap kesadaran masyarakat semakin tumbuh. Dengan demikian, jumlah sampah yang dibuang ke TPA dapat ditekan, sementara lingkungan tempat tinggal menjadi lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat.


Komentar Via Facebook :