PDAM Tirta Merapi Klaten Perluas Akses Air Bersih, 14 Ribu Pelanggan Terlayani

PDAM Tirta Merapi Klaten Perluas Akses Air Bersih, 14 Ribu Pelanggan Terlayani

CYBER88  I  KLATEN Pemanfaatan sumber mata air Umbul Ingas Cokro, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, membawa manfaat bagi ribuan masyarakat yang membutuhkan akses air bersih. 

Sejak mulai dimanfaatkan pada 2024, sumber air tersebut telah mendukung pelayanan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Merapi Klaten, termasuk di wilayah Karangdowo, Cawas, Trucuk, Bayat, dan Kota Klaten.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Klaten, Agus Riyanto, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten dan jajaran PDAM Tirta Merapi atas upaya pengembangan sumber air baku tersebut. Pernyataan itu disampaikan seusai kegiatan kunjungan, Senin (21/9/2026).

"Kami dari Komisi II DPRD Kabupaten Klaten mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kabupaten Klaten, khususnya PDAM Tirta Merapi," ujar Agus.

Menurutnya, Umbul Ingas Cokro memiliki total debit sekitar 1.300 liter per detik. Sebagian pemanfaatannya kini telah mendukung kebutuhan air bersih masyarakat, dengan cakupan pelayanan yang dipaparkan PDAM mencapai sekitar 14.000 pelanggan.

Agus menjelaskan, pemanfaatan sumber air tersebut melalui proses koordinasi dan perizinan, termasuk pembahasan antara PDAM, masyarakat setempat, serta pemerintah pusat. DPRD Klaten, khususnya Komisi II, turut mengikuti proses tersebut melalui rapat dengar pendapat (RDP) dan koordinasi terkait.

Ia menilai, pemanfaatan Umbul Ingas Cokro mulai memberikan dampak positif terhadap kelancaran distribusi air bersih di sejumlah wilayah. Salah satunya dirasakan pelanggan PDAM di kawasan Griya Prima dan Gergunung, Kota Klaten, yang sebelumnya mengalami gangguan aliran air.

"Kalau dulu keluhannya air macet dan distribusinya terganggu, sekarang sudah lancar," ungkapnya.

Agus menegaskan, pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat tidak boleh hanya bergantung pada satu sumber mata air. Menurutnya, PDAM perlu terus mengembangkan sumber air baku dan memperluas jangkauan pelayanan, termasuk bagi masyarakat di wilayah lereng Merapi yang belum seluruhnya mendapatkan akses air bersih secara memadai.

Ia juga menyebut pengembangan sistem air bersih menjadi bagian dari pengawasan DPRD terhadap pelaksanaan 10 program prioritas Bupati Klaten. Salah satu fokusnya adalah memastikan program pelayanan dasar, termasuk penyediaan air bersih, berjalan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Kami berharap masyarakat Kabupaten Klaten yang membutuhkan pelayanan air bersih bisa dilayani oleh pemerintah melalui PDAM, bukan hanya dari sumber Umbul Ingas Cokro, tetapi juga dari sumber lainnya," katanya.

PDAM Targetkan Pelanggan Tembus 55.000

Direktur Utama PDAM Tirta Merapi Klaten, Irawan Margono, menyampaikan terima kasih atas kunjungan Komisi II DPRD Klaten ke kantor, reservoir, dan sumber mata air Umbul Ingas Cokro. Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi dukungan bagi jajaran manajemen dalam meningkatkan pelayanan air bersih kepada masyarakat.

Irawan menjelaskan, sebelum memanfaatkan Umbul Ingas Cokro, PDAM Tirta Merapi telah mengelola sejumlah sumber mata air, di antaranya Ponggok, Sigedang, dan Nilo. Pemanfaatan Umbul Ingas Cokro kemudian ditindaklanjuti melalui penugasan pemerintah daerah serta pembahasan bersama Komisi II DPRD Klaten.

"Alhamdulillah, sudah selesai. Hampir dua tahun ini seperti ini, bertambah. Dulu kan belum ada," jelas Irawan.

Ia mengatakan, pemanfaatan sumber mata air tersebut membantu masyarakat di Karangdowo dan wilayah lainnya memperoleh layanan air bersih melalui jaringan PDAM. Selain itu, distribusi air di sejumlah kawasan Kota Klaten yang sebelumnya mengalami gangguan juga semakin terbantu.

Ke depan, PDAM Tirta Merapi akan melakukan kajian terhadap wilayah yang masih membutuhkan layanan air bersih, baik di kawasan bawah maupun wilayah atas. Pemetaan kebutuhan tersebut akan menjadi dasar penentuan skala prioritas pengembangan pelayanan.

Irawan menegaskan, perluasan akses air bersih menjadi bagian dari tindak lanjut visi dan misi Bupati Klaten, khususnya dalam mendukung program prioritas pelayanan dasar masyarakat. "Kami akan mengkaji dan mencermati wilayah-wilayah mana yang membutuhkan pelayanan air bersih untuk menjadi skala prioritas ke depan," pungkasnya.

Komentar Via Facebook :