Saat Pencari Nafkah Pergi, Perlindungan Tetap Ada: Ahli Waris Pedagang Asongan Terima Santunan JKM
CYBER88 | Cilegon – Kepergian seorang pencari nafkah tentu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Namun, di tengah suasana kehilangan tersebut, hadirnya perlindungan jaminan sosial dapat menjadi sedikit penguat bagi keluarga yang ditinggalkan.
Hal itu dirasakan ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan yang semasa hidupnya bekerja sebagai pedagang asongan di kawasan Pelabuhan Merak, Kota Cilegon. Ahli waris menerima secara simbolis manfaat Jaminan Kematian (JKM) berupa santunan biaya pemakaman sebesar Rp10 juta.
Penyerahan santunan tersebut menjadi gambaran nyata bahwa perlindungan BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya menyangkut pekerja formal, tetapi juga masyarakat yang bekerja di sektor informal dengan penghasilan dari aktivitas sehari-hari.
Program kepedulian tersebut turut digagas Sutari, S.IP., Ketua TTKKBI Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon. Kepedulian itu diarahkan kepada para pekerja, khususnya masyarakat yang selama ini menggantungkan kehidupan dari aktivitas ekonomi di kawasan Pelabuhan Merak.
Bagi pedagang asongan, bekerja setiap hari merupakan bagian dari perjuangan memenuhi kebutuhan keluarga. Namun, tidak seorang pun dapat memastikan apa yang akan terjadi di kemudian hari. Ketika seorang pencari nafkah meninggal dunia, keluarga bukan hanya menghadapi kehilangan secara emosional, tetapi juga harus berhadapan dengan kebutuhan hidup yang terus berjalan.
Karena itu, menurut Sutari, perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan menjadi sesuatu yang penting bagi para pekerja sektor informal.
“Kami ingin para pekerja, termasuk pedagang asongan di Pelabuhan Merak, mendapatkan perlindungan. Kita tidak pernah tahu risiko yang akan terjadi. Dengan adanya BPJS Ketenagakerjaan, setidaknya keluarga yang ditinggalkan mendapatkan perlindungan ketika musibah terjadi,” ujar Sutari, S.IP.
Penyerahan santunan berlangsung dalam suasana haru dan kekeluargaan. Meski tidak dapat menggantikan sosok yang telah pergi, santunan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan keluarga pada saat menghadapi masa sulit.
Kepedulian ini sekaligus menjadi pesan bahwa perlindungan terhadap pekerja bukan hanya persoalan administrasi kepesertaan, melainkan bagian dari ikhtiar menjaga keluarga ketika risiko kehidupan datang tanpa diduga.
Melalui semangat gotong royong dan kepedulian bersama, para pekerja sektor informal di Kecamatan Pulomerak diharapkan semakin menyadari pentingnya memiliki perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Kerja Keras Bebas Cemas. Lindungi pekerja hari ini, berikan kepastian bagi keluarga di kemudian hari.


Komentar Via Facebook :