BAZNAS Cilegon Salurkan Program Pemberdayaan Ekonomi Mustahik, Anggaran Capai Rp560 Juta
CYBER88 | CILEGON – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cilegon terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi produktif. Salah satunya dengan meluncurkan lima program pendayagunaan mustahik tahun 2026 dengan total anggaran sekitar Rp560 juta.
Peluncuran program yang berlangsung di Aula Dinas Sosial Kota Cilegon, Kamis (29/10/2026), dihadiri Ketua BAZNAS Provinsi Banten, perwakilan Pemerintah Kota Cilegon melalui Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra), Kementerian Agama, MUI, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Ketua BAZNAS Kota Cilegon, H. Fajri Ali, menjelaskan bahwa program tersebut dirancang untuk mendorong para mustahik agar mampu mengembangkan usaha dan meningkatkan taraf hidup melalui bantuan yang bersifat produktif.
Lima program yang diluncurkan meliputi Gerobak Produktif, BAZNAS Microfinance Masjid (BMM), Depot Isi Ulang Air Minum, Pertanian BAZNAS, dan Peternakan BAZNAS.
“Pada hari ini kita meluncurkan lima program, ada BMM, 50 gerobak produktif, peternakan, pertanian, dan depot air minum. Total anggarannya kurang lebih Rp560 juta,” kata Fajri Ali.
Ia berharap program tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
Fajri juga mengajak seluruh pihak untuk terus mendukung pelaksanaan program BAZNAS agar amanah pengelolaan dana umat dapat dijalankan dengan baik.
“Kami memohon doa dan dukungan dari semua pihak agar senantiasa diberikan kekuatan dalam menjalankan amanah ini. Kami berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua II BAZNAS Kota Cilegon Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Ustaz Habibi, memaparkan rincian penerima manfaat serta alokasi anggaran masing-masing program.
Program Gerobak Produktif dialokasikan sebesar Rp210 juta untuk 50 mustahik yang tersebar di 43 kelurahan. Program Depot Isi Ulang Air Minum mendapatkan anggaran Rp200 juta untuk delapan mustahik di delapan kecamatan.
Selanjutnya, BAZNAS Microfinance Masjid memperoleh alokasi Rp70 juta untuk dua masjid. Sementara itu, program Pertanian BAZNAS dan Peternakan BAZNAS masing-masing mendapatkan anggaran Rp40 juta untuk satu kelompok penerima manfaat.
Menurut Habibi, bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mengembangkan usaha produktif, memperluas peluang ekonomi, dan meningkatkan pendapatan keluarga penerima manfaat.
“Melalui program pendayagunaan ini, kami berharap bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mengembangkan usaha dan mendorong kemandirian ekonomi para mustahik,” ungkapnya.
Melalui lima program tersebut, BAZNAS Kota Cilegon berharap dana ZIS tidak hanya berperan dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga mampu menjadi modal pemberdayaan yang memberikan dampak jangka panjang.
Dengan dukungan pemerintah daerah dan berbagai unsur masyarakat, program ini diharapkan dapat memperkuat kemandirian ekonomi mustahik sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kota Cilegon.


Komentar Via Facebook :