Komunitas Anak Kampung Gelar Literasi Digital untuk Masyarakat Perhutanan Sosial

Komunitas Anak Kampung Gelar Literasi Digital untuk Masyarakat Perhutanan Sosial

Camat Batin XXIV bersama peserta dan Komunitas Anak Kampung foto bersama. Cyber88-SW

CYBER88 | Jambi - ​Masyarakat Perhutanan Sosial di Desa Hajran, Kecamatan Batin XXIV, Kabupaten Batang Hari, Jambi, didorong untuk memanfaatkan teknologi digital yang bertujuan sebagai sarana efektif untuk menyampaikan berbagai potensi, persoalan, dan aspirasi mereka ke ruang publik.

​Upaya tersebut direalisasikan melalui program bertajuk “Suara Digital dari Hutan” yang diinisiasi oleh Komunitas Anak Kampung. Program ini turut mendapat dukungan penuh dari Tifa Foundation dan CIVICUS Alliance demi memperkuat kapasitas warga.

Kegiatan ini melibatkan delapan perwakilan kelompok Perhutanan Sosial dengan partisipasi aktif dari unsur pemuda, perempuan, dan komunitas Suku Anak Dalam. Keterlibatan lintas kelompok ini memastikan bahwa aspirasi yang disuarakan benar-benar mewakili seluruh lapisan masyarakat setempat.

Para peserta mendapatkan pembekalan komprehensif mengenai literasi digital, teknik bercerita, serta jurnalistik berbasis telepon seluler atau MoJo. Selain itu, mereka juga dibekali keterampilan teknis berupa pemetaan digital partisipatif untuk mengenali wilayah kelola mereka.

​Pembelajaran dirancang secara interaktif melalui kegiatan di dalam maupun di luar kelas yang aplikatif. Peserta langsung mempraktikkan pembuatan dokumentasi dan video MoJo yang kemudian dipublikasikan melalui berbagai platform media sosial.

Rangkaian program ditutup melalui Forum Dialog Masyarakat dengan Pemangku Kepentingan pada 5 Oktober 2026 di Aula Desa Hajran. Dalam forum tersebut, para peserta mempresentasikan hasil karya video dan pemetaan partisipatif di hadapan para pejabat setempat.

Camat Batin XXIV, A. Kadir, S.IP., memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat digital ini. Menurutnya, peningkatan literasi digital dapat membuat warga lebih percaya diri dalam menyampaikan informasi secara bertanggung jawab.

​Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan di masa mendatang. Penguatan kapasitas digital dinilai penting agar teknologi berfungsi sebagai ruang aspirasi dan sarana memperkuat komunikasi dengan pemangku kepentingan.(SW)

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait :