Program Jaminan Kesehatan Nasional Dihapus? Ini Penjelasannya!
CYBER88 | JAMBI - BPJS Kesehatan Jambi meluruskan berbagai isu yang tengah ramai diperbincangkan di media sosial. Pihak BPJS Kesehatan secara tegas membantah kabar yang menyebutkan bahwa program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) akan dihapus.
"Informasi yang beredar mengenai penghapusan layanan BPJS Kesehatan dan penggantiannya dengan klinik kesehatan Koperasi Desa Merah Putih adalah tidak benar alias berita bohong (hoax)," tegas Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah, dalam Media Gathering, seperti dilansir RADARJAMBI, Selasa (27/10/ 2026).
Ia meminta masyarakat agar tidak langsung mempercayai informasi yang beredar tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu melalui saluran resmi BPJS Kesehatan. Sebagai langkah antisipasi, BPJS Kesehatan menyediakan layanan informasi resmi seperti WhatsApp PANDAWA di nomor 08118165165, aplikasi Mobile JKN, serta Care Center 165 bagi masyarakat yang ingin mencari kebenaran data.
Sementara itu, Asisten Deputi Bidang SDM, Umum, dan Komunikasi Kedeputian Wilayah II BPJS Kesehatan, Jenal M. Sambas, memaparkan data terkait cakupan kepesertaan JKN di Provinsi Jambi. Ia menyampaikan bahwa cakupan kepesertaan JKN di wilayah tersebut telah mencapai 95,28 persen atau sekitar 3.758.134 jiwa dari total kurang lebih 3.944.226 penduduk pada tahun 2026.
Berdasarkan data tersebut, Kabupaten Sarolangun mencatatkan tingkat cakupan kepesertaan tertinggi sebesar 99,49 persen, sedangkan Kabupaten Tebo berada di posisi terendah dengan 83,42 persen. Jenal menambahkan bahwa empat kabupaten/kota di Provinsi Jambi telah berhasil mencapai target Universal Health Coverage (UHC) atau cakupan kesehatan semesta dengan tingkat kepesertaan minimal 98 persen.
Keempat daerah yang telah mencapai target UHC tersebut meliputi Kabupaten Tanjung Jabung Barat sebesar 98,14 persen, Tanjung Jabung Timur 98,80 persen, Kota Jambi 98,17 persen, dan Kabupaten Sarolangun sebesar 99,49 persen. Selain itu, tingkat keaktifan peserta JKN di Provinsi Jambi tercatat mencapai 72,85 persen atau sekitar 2.873.433 jiwa dari total keseluruhan penduduk.
Kendati demikian, pihak BPJS Kesehatan mencatat bahwa perluasan kepesertaan masih menjadi fokus perhatian khusus, terutama di Kabupaten Tebo, Kerinci, dan Merangin yang masing-masing baru mencatatkan cakupan sebesar 83,42 persen, 89,82 persen, serta 90,57 persen. "Peningkatan cakupan dan keaktifan peserta JKN diharapkan dapat memperluas perlindungan kesehatan masyarakat serta mendukung akses pelayanan kesehatan bagi penduduk di seluruh wilayah Provinsi Jambi," pungkasnya.(SW)


Komentar Via Facebook :