Waspada DBD! Kasus di Pekanbaru Tembus 534, Satu Warga Meninggal

Waspada DBD! Kasus di Pekanbaru Tembus 534, Satu Warga Meninggal

Ilustrasi nyamuk Aedes aegypti penyebab penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Hingga akhir Juli 2026, sebanyak 534 kasus DBD tercatat di Kota Pekanbaru dan satu warga meninggal dunia.

CYBER88 | Pekanbaru – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Pekanbaru masih menjadi perhatian serius. Hingga akhir Juli 2026 atau memasuki pekan ke-30, Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru mencatat sebanyak 534 kasus DBD sejak awal tahun.

Dari ratusan kasus tersebut, satu warga dilaporkan meninggal dunia akibat penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti tersebut. Korban diketahui merupakan warga Kecamatan Tuah Madani.

Kondisi tersebut membuat Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas Kesehatan kembali mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran DBD, terutama dengan menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal.

Lingkungan yang memiliki banyak tempat penampungan air dapat menjadi lokasi berkembang biaknya nyamuk pembawa virus dengue. Karena itu, masyarakat diminta tidak membiarkan wadah yang dapat menampung air terbuka begitu saja.

Upaya pencegahan juga perlu dilakukan secara bersama-sama. Masyarakat dapat menerapkan gerakan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup wadah penyimpanan air, serta mendaur ulang atau membuang barang yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk.

Selain itu, masyarakat diminta segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala yang mengarah pada DBD, terutama demam tinggi yang disertai keluhan lain seperti nyeri tubuh, sakit kepala, mual atau munculnya tanda-tanda perdarahan.

Dengan jumlah kasus yang telah mencapai 534, Dinkes Pekanbaru terus mendorong masyarakat untuk tidak hanya mengandalkan penanganan ketika seseorang sudah sakit. Pencegahan dari lingkungan rumah dan kawasan permukiman dinilai menjadi langkah penting untuk menekan penularan.

Pemerintah juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan secara rutin agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

Tingginya kasus DBD di Pekanbaru menjadi perhatian bersama karena penyakit tersebut dapat menyerang siapa saja. Peran masyarakat dalam menjaga lingkungan dinilai sangat diperlukan untuk membantu pemerintah mengendalikan penyebaran penyakit tersebut.

Komentar Via Facebook :