Dihadapan Ribuan Guru RA, Plt Bupati Klaten: Saya Serap Aura Positif IGRA

Dihadapan Ribuan Guru RA, Plt Bupati Klaten: Saya Serap Aura Positif IGRA

CYBER88 | KLATEN - Ribuan guru Raudhatul Athfal (RA) memadati lokasi Gebyar Milad ke-24 Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) dan Peringatan Hari Santri 2026 di Klaten, Rabu (4/11/2026).

Kehadiran orang nomor satu di Klaten, Plt Bupati Klaten Mahanni Yulindha Pratiwi menjadi magnet tersendiri. Disapa akrab Linda Benny, ia tampak berbaur dan mendapat sambutan hangat dari para pendidik anak usia dini tersebut.

Usai acara, Linda Benny tak bisa menyembunyikan kekagumannya. Ia mengaku merasakan energi positif yang kuat dari ketulusan para guru RA.

"Masya Allah, luar biasa. Saya sudah menyerap aura luar biasa mendatangi Milad IGRA yang ke-24 di Kabupaten Klaten ini," kata Linda Benny.

Menurutnya, keikhlasan para guru RA menjadi modal penting membangun daerah.

"Saya turut berdoa semoga ibu-ibu semua diberikan kesehatan, makin solid, makin semangat lagi untuk ikut serta mendidik anak-anak kita menjadi generasi-generasi yang unggul," ucapnya.

"Semoga organisasi ini juga semakin maju dan nanti ke depan bisa terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Klaten," sambungnya.

Ketika ditanya tentang kesan selama mengikuti acara, ia menjawab singkat namun bermakna.

"Positif, kekuatannya bisa saya serap, keikhlasannya, untuk selalu saya langkah ke depan Kabupaten Klaten yang lebih baik lagi," tuturnya.

Di sisi lain, Ketua PD IGRA Klaten Sri Suryati,S.Ag.,M.Pd. mengungkapkan Milad tahun ini tidak sekadar perayaan. Pihaknya mengusung tema "Menguatkan Tekad, Menyatukan Gerak, Melahirkan Karya dan Prestasi Menuju IGRA Bermartabat dan Bermanfaat".

Tiga agenda besar pun digelar sekaligus, yakni Workshop Pembelajaran Inklusif, Lomba Guru Berkisah Siroh Nabi, dan pemberian apresiasi untuk guru wiyata bakti.

Sri Suryati menyoroti pentingnya workshop inklusif. Pasalnya, masih banyak guru RA yang belum dibekali kompetensi menangani Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), sementara regulasi mewajibkan sekolah menerima semua anak.

"Menjadi evaluasi kita bahwa guru-guru kita yang RA-BA Aisyiyah itu secara ilmu itu belum mumpuni. Karena sekolahnya sekolah biasa, sementara pemerintah itu tidak memperbolehkan menolak. Jadi ketika ada anak-anak yang inklusi, sekolah kita tetap menerima. Makanya ini IGRA bergerak memberikan bekal bagaimana memberikan pembelajaran pada anak-anak kita yang inklusi," ungkap Suryati.

Sebagai bentuk kepedulian, IGRA juga menyalurkan apresiasi sebesar Rp 500.000 bagi guru yang hingga kini belum menerima Tunjangan Profesi Guru (TPG).

Sri Suryati menambahkan, soliditas IGRA terus terjaga. Hingga kini anggotanya hampir menyentuh 1.500 orang yang tersebar di seluruh kecamatan se-Kabupaten Klaten.

Komentar Via Facebook :