Ternyata…!!! Tren Kehamilan Di Kota Bandung Menurun Selama Masa Pandemi Covid-19
CYBER88.CO.ID | BANDUNG - Dalam masa pandemiCovid-19 ini, tren kehamilan di bulan ini cenderung menunjukkan angka yang pemenurunan. Pada bulan Mei lalu, angka kehamilan di Kota Bandung mencapai 2.210 kehamilan. Hal tersebut sisampaikan Kepala Bidang Keluarga Berencana DPPKB Kota Bandung dalam keterangan resmi ditulis Minggu (28/6/2020).
Namun, Kepala Bidang Keluarga Berencana Kota Bandung ini tidak ingin cepat menyimpulkan apa yang menjadi penyebabya yang pasti, data tersebut dinilai belum lengkap.
“Tren untuk kehamilan memang turun. Tetapi kami menganalisa, kemungkinan karena datanya belum semua masuk. Karena kita banyak petugas puskesmas yang WFH, atau Posyandunya tidak jalan. Karena ibu hamil biasanya datang ke Posyandu,” Ujarnya
Dikatakannya, sosialisasi penggunaan alat kontrasepsi juga ditingkatkan jelang puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) tanggal 29 Juni 2020.
Sementara Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bandung menargetkan 18 ribu akseptor Keluarga Berencana (KB) pada Harganas. Target ini merupakan bagian dari gerakan nasional 1 juta akseptor se-Indonesia.
Terkait dengan penggunaan alat kontrasepsi di Kota Bandung Jawa Barat hingga kini sudah cukup baik. Setidaknya, 75 persen dari 365 ribu pasangan usia subur telah menggunakannya.
Dengan penggunaan alat kontrasepsi di atas setengah populasi, angka kelahiran di Kota Bandung bisa terkendali. “Lanjutnya.
Selain itu, angka kelahiran total atau Total Fertility Rate (TFR) Kota Bandung berada di angka 1,97. Artinya, bahwa rata-rata seorang perempuan melahirkan di masa suburnya adalah dua anak saja.
Jelang Harganas, DPPKB membuka kesempatan bagi pasangan usia subur untuk memasang alat kontrasepsi guna mendukung program KB. Pasangan yang ingin mengikuti program ini bisa mendaftarkan diri kepada para kader Posyandu. Setelah itu, mereka akan mendapatkan layanan di fasilitas kesehatan terdekat,”Pungkasnya.


Komentar Via Facebook :