Bupati Sumedang Melakukan Peletakan Batu Pembangunan Pertama Majelis Mahabbatul Aulia
CYBER88.CO.ID | Sumedang - Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir meletakan batu pertama pembangunan Majelis Mahabbatul Aulia yang berlokasi di Komplek Pemakaman Pasarean Gede, Kelurahan Kotakulon, Kecamatan Sumedang Selatan,” Selasa, (20/7/2020).
Acara tersebut turut dihadiri Pimpinan Pondok Pesantren Asy-Syifa KH. Muhyidin Abdul Qodir Al-Manafi, Ketua Yayasan Nadzir Wakaf Pangeran Sumedang Luky Djohari Soemawilaga, Asisten Pemerintahan Setda Teddy Mulyono, Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Harry Tri Santosa, Camat Sumedang Selatan Heri Dewantara, Plt. Kepala Bagian Kesra Rusyana.

Ketua Majelis Mahabbatul Aulia Ustadz Fuad Burhanudin menyampaikan, bahwa pembangunan Pendopo Majelis Zikir Mahabbatul Aulia itu dilatarbelakangi untuk meneruskan dan mengingat perjuangan Pangeran Santri dalam mengembangkan syiar Islam khususnya di Sumedang.
“Melihat besarnya upaya leluhur Sumedang, maka makamnya layak untuk dirawat dengan baik. Melalui pembangunan majelis ini dapat menjadi sarana penunjang bagi para peziarah dalam mendo’akan para leluhur,” ucapnya.

Ketua Nadzir Wakaf Yayasan Pangeran Sumedang Raden Luky Djohari Soemawilaga mengaku tidak keberatan atas pembangunan majelis tersebut, bahkan mendukung secara penuh pihak-pihak yang ingin meningkatkan nilai produktivitas tanah wakaf peninggalan para leluhurnya.
Ia mengatakan, tempat yang akan dibangun tersebut sebelumnya merupakan tempat sampah dan kandang ternak.
Dengan dibangunnya Pendopo Majelis ia menilai berdampak positif terhadap pemanfaatan lahan makam sekaligus akan berdampak luas bagi pengembangan syi’ar Islam di Kabupaten Sumedang.
"Siapa pun pihak yang ingin meningkatkan produktivitas tanah wakaf peninggalan leluhur, tentunya kami tidak keberatan.
Saya mendukung sepenuhnya karena hal ini untuk syiar Islam dan digunakan untuk kebaikan kemuliaan.
Harapan kami, pembangunan majelis ini dapat memberikan manfaat dan keberkahan bagi kita semua"

Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir mengapresiasi positif pembangunan Pendopo Majelis Zikir Mahabbatul Aulia yang diharapkan dapat memberikan keberkahan dan kemanfaatan bagi masyarakat dalam mengembangkan syiar Islam.
"Terima kasih kepada Yayasan Nadzir Wakaf yang telah berikhtiar menjadikan tanah wakaf menjadi produktif dan memberikan kemanfaatan kepada umat dalam rangka syi’ar agama dan mensejahterakan masyarakat.
Hal inilah yang harus kita kembangkan untuk mengoptimalkan wakaf leluhur kita," ungkapnya.
Lebih jauh ia juga mengharapkan agar pembangunan pendopo tersebut dapat menjadi sumber inspirasi dan motivasi bagi generasi selanjutnya untuk meneruskan jejak langkah para leluhur yang telah meletakkan pondasi nilai-nilai luhur penyebaran Islam.
"Kita sebagai penerus berkewajiban melanjutkan ‘tapak lacak’ para leluhur.
Mudah-mudahan dengan dibangunnya tempat ini dapat menjadi inspirasi dan motivasi dalam mengembangkan syiar Islam. Tentunya Islam yang rahmatan lil alamin.
Islam yang memberi rahmat seluruh alam Itulah yang diajarkan leluhur kita," katanya.
Sebagai wujud komitmen Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang dalam menjaga serta melestarikan nilai luhur sekaligus sebagai bentuk penghargaan kepada para leluhur akan segera dilakukan penataan di sekitar Komplek Makam Pangeran Santri pada akhir Tahun 2020,” Pungkasnya.


Komentar Via Facebook :