Kegiatan Bakti Siliwangi Manunggal Satata Sariksa
CYBER88.CO.ID | Sumedang - Kegiatan Bhakti Siliwangi Manunggal Satata Sariksa (BSMSS) kembali dilaksanakan Kodim 0610 Sumedang. Kegiatan BSMSS yang difokuskan di Desa Cibuluh Kecamatan Ujungjaya secara resmi dibuka Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir,” Rabu ( 22/7/2020).
Hadir dalam kesempatan tersebut, Kapolres Sumedang Dwi Indra Dandim 0610 Letkol Arh Novianto Firmansyah, Kepala Kejaksaan Tinggi Negeri diwakili Kasi Intel Agus Hendrayono, Wakil Ketua DPRD Ilmawan Muhammad, Camat Ujungjaya Didin Hermawan, Kepala DPMD Endah Kusyaman, Para Kepala Desa se-Kecamatan Ujungjaya.
Dandim 0610 Sumedang Letkol Arh Novianto Firmansyah mengatakan bahwa kegiatan BSMSS yang dilaksanakan ini merupakan salah satu perwujudan darmabakti TNI bersama instansi pemerintah lainnya dalam membantu program pembangunan di daerah.
Selain membantu program pembangunan di daerah, kata Dandim, kegiatan tersebut merupakan sebagai upaya untuk memperkokoh kemanunggalan TNI dan rakyat di setiap wilayahnya termasuk kemanunggalan prajurit TNI dan rakyat yang ada di Kabupaten Sumedang.
"Program BSMSS serta program lain yang dilaksanakan di setiap wilayah merupakan amanat UU sebagai wujud komitmen dan panggilan moral TNI khususnya bagi Kodim 0610 mendarmabaktikan diri mewujudkan masyarakat yang aman, adil, dan makmur serta sebagai upaya meringankan sosial masyarakat," ungkapnya.
Dikatakan Dandim, dalam pelaksanaan BSMSS, partisipasi lapisan masyarakat setempat mempunyai peranan sangat penting dan strategis. Ia meyakini, dengan adanya peran swadaya masyarakat, akan membantu terhadap proses percepatan pembangunan infrastruktur, fasilitas sosial dan pembangunan lainnya.
"Pekerjaan yang dilaksanakan boleh dikatakan tidak ringan, tapi dengan berbekal prinsip, sekalipun pekerjaan itu berat atau seringan apapun itu, tidak akan berhasil apabila pengerjaannya tidak dilakukan dengan semangat gotong rotong dan kebersamaan yang tinggi dari semua komponen yang ada," kata Dandim.
Terkait alasan dipilihnya desa Cibuluh, sambung Dandim, penentuan lokasi ini telah dilakukan melalui proses seleksi dan pertimbangan dari PMD dengan Kodim. Menurutnya, hal ini mengingat keadaan infrastruktur di Desa Cibuluh masih harus mendapat perhatian khusus.
Adapun sasaran pokok kegiatan BSMSS kali ini meliputi, plesterisasi jalan sepanjang 1099 meter, dengan lebar 2,5 meter dan tinggi 15 cm, pengerjaan beton dengan panjang 5 meter lebar 1.20 cm dan tinggi 20 cm 2 unit, pengerjaan Tembok Penahan Tanah TPT panjang 10 meter, tinggi 1,5 meter lebar 20 cm, pengerjaan serobotan tanah 1 unit, dan perbaikan lorong jembatan 4 unit.
Sementara itu, Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan BSMSS yang digagas oleh Kodim 0610 Sumedang bekerjasama dengan Pemkab Sumedang.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan bukti kemanunggalan TNI dan masyarakat dalam membangun Kabupaten Sumedang.
"Kegiatan BSMSS ini telah memberikan kontribusi dalam menyelesaikan persoalan rakyat diantaranya jalan. Dengan keterbatasan anggaran yang ada, tapi jika dukung kekuatan modal sosial yang tinggi tentunya bisa kita selesaikan. Masalah apapun bisa kita pecahkan kalau ada kebersamaan diantara kita," ujarnya.
Lanjut dikatakan Bupati, nilai-nilai keswadayaan masyarakat berupa, kegotongroyongan dan kekompakan dalam BSMSS harus dipertahankan dan dilestarikan.
Nilai tersebut, kata Bupati, merupakan modal sosial yang dapat dijadikan sebagai pengungkit dalam menjalankan pembangunan.
"Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini, dengan BSMSS mudah mudahan lebih menguatkan kembali keswadayaan, kegotongrotongan dan kekompakan kita semua.
Itulah harapan saya secara mendasar berkaitan dengan kegiatan ini," kata Bupati.
Terakhir Bupati mengatakan, setelah melihat efektifitas dari kegiatan yang dilaksanakan, kedepan pemerintah daerah akan mengkaji pelaksanaan BSMSS.
Nantinya, kata Bupati, akan dibuat formulasi dilihat dari urgensi kebutuhan desa, baik infrastruktur maupun ketersediaan anggaran di setiap desa.
"Luarbiasa efektifitasnya, nanti dikaji apakah setahun sekali atau 4 sampai 6 kali misalnya, tapi nanti dibuat formulasinya, desanya seperti apa, pertama desa yang membutuhkan akses jalan tapi APBdesnya kecil, jadi ada kriterianya, tetap harus ada pemerataan," pungkasnya.


Komentar Via Facebook :