Jembatan Beton di Pabean Resmi Dibuka, Akses Petani ke Lahan Pertanian Kini Lebih Mudah
CYBER88 | CILEGON – Upaya memperkuat akses pertanian di wilayah Lingkungan Pabean, Kelurahan Pabean, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon, akhirnya membuahkan hasil. Jembatan beton Garuda Perintis yang dibangun secara gotong royong resmi dibuka pada Jumat, 10 Juli 2026, dan kini dapat dimanfaatkan warga, khususnya para petani, untuk menuju sawah serta ladang dengan lebih aman dan efisien.
Sebelum jembatan permanen itu berdiri, para petani setempat harus melintasi jembatan bambu yang sempit dan rawan membahayakan keselamatan. Selain itu, mereka juga kerap menempuh jalur yang lebih jauh untuk mencapai lahan pertanian, sehingga menyulitkan mobilitas saat membawa peralatan maupun hasil panen.
Kehadiran jembatan beton ini menjadi jawaban atas kebutuhan warga akan akses penghubung yang lebih layak. Selain mempermudah aktivitas pertanian, jembatan tersebut juga diharapkan mampu mendorong kelancaran distribusi hasil panen dari lahan ke pasar.
“Dulu kami harus lewat jembatan bambu, jalannya jauh dan berisiko. Sekarang sudah ada jembatan baru, kami sangat bersyukur,” ujar Ali Subro, salah satu petani di wilayah tersebut.
Pembangunan jembatan ini merupakan hasil kolaborasi antara anggota Kodim 0623/Cilegon, aparatur kelurahan dan kecamatan, serta masyarakat sekitar. Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, pembangunan jembatan rampung dalam waktu sekitar satu bulan hingga akhirnya resmi dapat digunakan.
Tokoh masyarakat Lingkungan Pabean, Mustofa, menyampaikan apresiasi atas terwujudnya pembangunan jembatan tersebut. Menurutnya, keberadaan jembatan beton ini menjadi bukti nyata hadirnya pembangunan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat bawah, terutama petani.
“Jembatan ini sangat membantu warga, khususnya petani. Hasil panen kini lebih mudah dibawa ke pasar menggunakan kendaraan roda dua maupun gerobak, sehingga distribusi lebih cepat dan kualitas hasil pertanian tetap terjaga,” ungkapnya.
Jembatan yang diberi nama Garuda Perintis itu memiliki panjang sekitar 7 meter dan lebar 2,5 meter. Meski tidak berukuran besar, keberadaannya sangat vital bagi aktivitas warga karena menjadi penghubung utama menuju area persawahan dan perkebunan.
Sementara itu, Danramil Merak Mayor Muhjayin mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga fasilitas yang telah dibangun bersama. Ia berharap jembatan tersebut dapat dirawat agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang.
“Kami berharap masyarakat ikut menjaga dan merawat jembatan ini agar tetap awet dan aman digunakan. Semoga jembatan ini benar-benar menjadi sarana penunjang kemajuan pertanian dan peningkatan kesejahteraan warga,” tegasnya.
Dengan diresmikannya jembatan beton di Lingkungan Pabean ini, warga kini memiliki akses yang lebih aman, cepat, dan efisien menuju lahan pertanian. Kehadiran jembatan tersebut sekaligus menjadi simbol kuatnya sinergi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat dalam menghadirkan pembangunan yang berdampak langsung bagi kehidupan warga.


Komentar Via Facebook :