Star Energy Diminta Transparan Soal TJSL

Star Energy Diminta Transparan Soal TJSL

CYBER88 | Garut - Forum Organisasi yang tergabung dalam Parade Tauhid melakukan audiensi dengan Star Energy Geothermal Darajat Ltd dan Bupati Garut, Senin kemarin (10/8) di Setda.

Tuntutan Parade Tauhid meminta agar Star Energy transparan dalam dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau dana CSR

Sekjen Koordinator Parade Tauhid, Tedi menjelaskan, tuntutan itu dilatarbelakangi karena selama ini ada ketidakpuasan di masyarakat yang merasa bahwa dana TJSL belum begitu dirasakan.

Selain itu Tedy pun mengkritik penyaluran TJSL kepada pos yang salah kaprah. Diantaranya ada sebagian CSR atau TJSL yang disalurkan untuk program PHBM bersama Perum Perhutani.

Menurutnya ini keliru karena PHBM sendiri sudah ada anggaran khusus dari Perhutani sehingga anggaran ini menjadi tidak tepat sasaran.

Lagipula menurutnya CSR atau TJSL itu bukan diperuntukkan bagi BUMN, melainkan murni harus disalurkan ke masyarakat langsung.

Selain itu Tedi juga menjelaskan bahwa CSR atau TJSL berbeda dengan bonus produksi yang selama ini disalurkan kepada kas daerah Kabupaten Garut melalui pemerintah pusat.

”Tuntutnan Parade Tauhid sebenarnya karena menerima aspirasi masyarakat Pasirwangi, terutama elemen asjab dan juga tokoh kampung di sana bahwa TJSL selama ini tidak terasa,” ujar Tedi ketika diwawancarai usai audiensi

Bupati Garut Rudy Gunawan dalam audiensi tersebut juga menyepakati bahwa bonus produksi itu berbeda dengan TJSL. Dimana TJSL itu kata Rudy merupakan tunjangan sosial yang berhubungan dengan lingkungan.

Untuk bonus produksi sendiri, Rudy akan menambah alokasi bagi daerah sekitar yang selama ini sudah mendapatkan secara rutin.

Kaitan penambahan bonus produksi untuk daerah sekitar itu Rudy akansegera membuatkan peraturan Bupati.

“Pemerintah daerah sangat terbuka mengggunakan bonus produksi demi kepentingan-kepentingan yang lebih luas bagi daerah maupun kepentingan bangsa,” kata Rudy saat memimpin audiensi.

Perwakilan dari Star Energy sendiri ketika dimintai keterangan, tidak bersedia memberikan tanggapan.

Namun saat diskusi berlangsung, pihak Star Energy tampaknya juga telah sepakat mengakui bahwa bonus produksi itu berbeda dengan CSR atau TJSL

”Kami pertama-tama terkait bonus produksi seperti yang telah dijelaskan oleh pak Bupati, kami tidak akan mengulang lagi. Kedua dalam pelaksanaan kegiatan Star Energy selalu mengikuti aturan dan perundangan. Kemudian soal CSR kami juga mempunyai program CSR,” ujar salah satu perwakilan Star Energy. (Koes).

Komentar Via Facebook :