Mantan Para Pedagang di Jalan Dewi Sartika Taman Topi Bogor Kebingungan

Mantan Para Pedagang di Jalan Dewi Sartika Taman Topi Bogor Kebingungan

CYBER88 l Bogor -- Taman Ade Irma Suryani Nasution atau lebih di kenal dengan Taman topi, kini hanya tinggal kenangan di dalam benak hati Hendra (24) salah satu pedagang kaki lima (PKL) asal Garut yang berjualan sejak tahun 1996 di Jalan Dewi Sartika. Kini, taman tersebut telah lenyap dibongkar oleh Pemerintah Kota Bogor. 

Hendra mengatakan, lapak yang di bongkar merupakan hasil jerih payah nya berjuang selama 24 tahun dalam mereliasasikan cita-citanya.

"Lapak itu saya gunakan untuk berjualan sepatu dari mulai saya datang ke bogor pada tahun 1996 saya punya lapak di sini (jalan Dewi Sartika), Ujar Hendra kepada Cyber88.co.id, Kamis (27/08/2020).

Selama berjualan di Jalan Dewi Sartika, pendapatan yang diperoleh Hendra cukup untuk memenuhi kebutuhannya, bahkan dia mampu membiayai anak dan istrinya di Kampung. 

"Pendapatan lumayanlah lah Dulu mah waktu lapaknya masih di sana (sambil menunjukan lokasi bekas lapak yang dulu pernah di pakainya) pendapatannya lebih bagus, dan setelah lapak di bongkar oleh pemkot Bogor maka sejak itulah pendapatan saya berkurang," katanya.

Kini setelah lapaknya dibongkar dan pemkot Bogor menyarankan untuk ikut seperti pedagang lain nya direlokasi ke tempat baru yaitu di Blok A dan B Pasar Kebon Kembang, nyi raja parmas, pasar merdeka tapi di lokasi tersebut semua pedagang yang di relokasi mengaku sepi pembeli dan pendapatan yang sangat berkurang.

"Kekhawatiran saya di tempat relokasi pasti harus mulai dari nol lagi, harus nyari langganan baru lagi karena (relokasi) ini sangat singkat waktu pemberitahuanya (sangat mepet) dari pemerintah ke para pedagang dan masyarakat," kata Hendra.

Dia menambahkan bahwa dirinya juga khawatir dengan pendapatan yang berkurang tak mampu untuk membiayai anak dan istri dikampung, dan pada intinya kami seluruh eks-pedagang dijalan dewi sartika mengharapkan ya minimal ada uang kerohiman dari Pemkot Bogor untuk kami (eks-Pedagang) agar kami tidak bingung melangkah dalam menentukan pilihan antara pindah dengan mengikuti saran dari Pemkot Bogor atau mencari lokasi lain," Ujarnya. 

Sementara menurut Ajat (45), Kalau saya sendiri mungkin yang asli putra daerah dan asli warga bogor memang tidak terlalu sulit dalam mencari lokasi baru untuk berusaha lagi tapi tetap untuk mengawali usaha dari nol mungkin suatu pekerjaan yang tidak mudah.

Coba kalau dari pemkot ada kebijaksanaan dengan melaksanakan sosialisasi dari jauh-jauh hari tentang pelarangan jualan dan memberikan uang kerohiman sealakadarnya kepada pedagang yang biasa jualan di sana (Jalan Dewi Sartika) agar para pedagang tidak merasa kecewa," tandas Ajat (Pedagang Kaos Sablon). 

Sementara menurut informasi, Wakil Walikota Bogor Dedie Rachim mengatakan sebelum dibongkar pihaknya telah melakukan tahapan sesuai dengan aturan yang berlaku seperti melakukan sosialiasi. 

"Yang pertama kita lakukan komunikasi yang efektif dengan para pedagang melalui ketua kelompok PKL dan mencapai suatu kesepakatan bahwa kelompok PKL ini kita relokasi ke beberapa tempat," kata Dedie.

Para pedang nantinya direlokasi sesuai dagangannya seperti pedagang besi direlokasi ke Pasar Merdeka, pedagang sepatu ke Nyi Raja Permas, dan pedagang bunga ke Jalan Bina Marga atau tempat lainnya. (Abah Gatan)

Komentar Via Facebook :