Kepala Desa Sukolilo Diduga Monopoli Proyek
CYBER88 | Lamongan -- Kepala Desa Sukolilo, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan, di duga memonopoli proyek, hal ini terungkap setelah mendapatkan pengakuan dari TPK (Tim Pelaksana Kegiatan) yang tidak tau apa - apa tentang kegiatan proyek Pembangunan TPT ( Tembok Penahan Tanah ) di desa tersebut.
Berdasarkan pantauan dari awak media di lapangan, bangunan TPT tersebut tidak terpasang papan informasi proyek, lantai dasar tidak di kasih pasir, dan semennya pun juga pakai merek Merah Putih yang harganya lebih murah, bukan menggunakan merek yang di pakai pada umumnya yaitu merek Semen Gresik.
Menurut Ketua TPK Suyitno saat di konfirmasi media di Kantor Desa, kamis (27/08) mengatakan, "Anggaran nya dari dana BK mungkin pak, karena dana desa di buat untuk penanganan Covid - 19, Berapa anggaran nya nggak tau pak, panjang dan tinggi nya juga nggak tau, karena saya gak pegang RAB nya dan yang belanja material pak kades semua."ujar nya.
saat tim media bertanya lagi ketua TPK Suyitno, takut berkomentar dan bilang ( tak telpon no pak kades ae mas ) dan tim media pun bertanya kenapa sebagai tim pelaksana kok takut di tanya- tanya ada apa?
Tak lama kemudian kepala desa datang dan menemui tim media ini. Namun anehnya pengakuan dari ketua TPK tadi dan Kepala Desa berbeda.
Moh. Lasmiran Kepala Desa Sukolilo saat di konfirmasi media mengatakan, " Proyek itu dari BKKPD ( Bantuan Keuangan Kepada Pemerintah Desa ) anggaran 150 juta, panjangnya 171 meter, tinggi nya 150 meter, Pengerjaan nya sudah sekitar 7 hari."
"Semen nya pakai SNI, merek apapun yang penting nasional kan. Pembelanjaan nya ya pasti di laksanakan TPK semua, BPD juga mengetahui, "kilah kades.
Kepala Desa sukolilo pun mengatakan kalau Dana nya belum Cair, apa memang di perbolehkan Dana belum cair, tapi sudah di kerjakan dulu.
Anehnya lagi dari pihak kecamatan kasi pembangunan tidak di beritahu oleh pemdes kalau pekerjaan TPT tersebut sudah di mulai sekitar 7 hari.
Tohir selaku kasi ekbang di kecamatan sukodadi saat di temui media di kantor mengatakan, "Pak kades nya ko nggak ngomong ke saya kalau sudah di kerjakan, kemarin cuma ngomong kalau material nya sudah di datangkan gitu saja tapi nggak tau kapan di mulai pekerjaannya, kan uangnya belum, ya memang belum di kasih tau mas, kalau belanja material kepala desa ya nggak boleh, seharusnya kan TPK. Ujar tohir...Bersambung....(Danu).


Komentar Via Facebook :