Opname Termin I Kelurahan Gerem Tuntas, Tujuh Titik Pembangunan Dinyatakan Sesuai SOP
CYBER88 | CILEGON – Pemerintah Kota Cilegon melalui Bagian Administrasi Pembangunan (Adpem) bersama Kecamatan Grogol, Tim Pendukung DPWKel Saban Juare, serta Kelompok Masyarakat (Pokmas) Kelurahan Gerem melaksanakan kegiatan opname atau pemeriksaan hasil pekerjaan Termin I Program Pembangunan Kelurahan di wilayah Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, Rabu (5/8/2026).
Opname dilakukan dengan meninjau langsung tujuh titik pembangunan yang telah selesai dikerjakan. Kegiatan ini bertujuan memastikan kualitas pekerjaan telah sesuai dengan spesifikasi teknis dan Standar Operasional Prosedur (SOP) sebelum memasuki tahapan administrasi dan pencairan Termin II.
Perwakilan Bagian Administrasi Pembangunan (Adpem) Kota Cilegon, Nikmat, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan, seluruh pekerjaan secara umum telah memenuhi ketentuan yang ditetapkan.
"Dari hasil pantauan sementara, seluruh pekerjaan sudah sesuai dengan SOP. Selanjutnya tinggal penyelesaian administrasi dan pelaporan dari Ketua Pokmas melalui Tim DPWKel Saban Juare untuk disampaikan ke Bagian Adpem. Apabila nantinya terdapat catatan administrasi akan dilakukan penyempurnaan, namun secara umum hasil pekerjaan di lapangan sudah baik," ujar Nikmat.
Menurutnya, kondisi medan yang cukup ekstrem tidak mengurangi kualitas pekerjaan yang telah dilaksanakan.
"Saya juga ikut meninjau hingga ke wilayah Pasir Salam. Medannya memang cukup menantang dan memacu adrenalin karena berada di kawasan perbukitan. Namun semua itu menjadi pengalaman yang luar biasa. Harapan kami, setelah pembangunan selesai masyarakat dapat bersama-sama menjaga dan merawat hasil pembangunan agar tetap awet dan manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang," tambahnya.
Sementara itu, perwakilan Kecamatan Grogol, Rojah, mengatakan monitoring berlangsung lancar dengan melibatkan seluruh unsur terkait.
"Alhamdulillah monitoring hari ini berjalan lancar. Semua kegiatan telah dilaksanakan sesuai SOP yang diterapkan. Hadir juga dari Adpem, Tim pendukung DPWKel Saban Juare serta unsur lainnya sehingga proses pemeriksaan berjalan maksimal," katanya.
Rojah mengapresiasi kerja keras Pokmas dan masyarakat yang mampu menyelesaikan pekerjaan meskipun menghadapi berbagai kendala, terutama akses menuju lokasi pembangunan.
"Memang ada kendala dalam pengangkutan material karena lokasi berada di daerah pegunungan. Namun Alhamdulillah seluruh pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik. Ke depan kami berharap anggaran pembangunan semakin meningkat agar pemerataan pembangunan di wilayah perbukitan dapat terus dilakukan," ujarnya.
Ketua Pokmas Kelurahan Gerem, Drs. Sunhadi, menjelaskan bahwa Termin I meliputi tujuh titik pembangunan yang tersebar di beberapa lingkungan.
"Alhamdulillah Termin I dapat terlaksana dengan baik. Ada tujuh titik pekerjaan, di antaranya pembangunan TPT, drainase, PJL, pos ronda serta infrastruktur lingkungan lainnya. Hari ini seluruhnya telah dilakukan opname," jelas Sunhadi.
Ia mengungkapkan tantangan terbesar selama pelaksanaan pekerjaan adalah tingginya biaya mobilisasi material ke lokasi pembangunan.
"Biaya angkut material sangat besar. Satu mobil pengangkut bisa mencapai Rp800 ribu bahkan hingga Rp1 juta karena kondisi medan yang berat. Ini menjadi tantangan tersendiri dalam menyesuaikan anggaran dengan volume pekerjaan. Berkat kerja keras tim dan gotong royong masyarakat, seluruh pekerjaan tetap dapat diselesaikan sesuai target," ungkapnya.
Sunhadi berharap pada pelaksanaan Termin II nanti pemerintah dapat memberikan perhatian terhadap biaya mobilisasi material, khususnya untuk wilayah pegunungan.
"Harapan kami ke depan biaya mobilisasi dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam penyusunan anggaran, karena kondisi wilayah atas memang berbeda dengan wilayah perkotaan," katanya.
Di tempat yang sama, Pendamping DPWKel Gerem, Nurul Hadi, memberikan apresiasi atas capaian Kelurahan Gerem yang menjadi salah satu kelurahan tercepat menyelesaikan pekerjaan Termin I.
"Dari 43 kelurahan di Kota Cilegon, baru dua kelurahan yang telah menyelesaikan pekerjaan Termin I, yaitu Kelurahan Mekarsari dan Kelurahan Gerem. Setelah dilakukan sertifikasi lapangan, hasil pekerjaan fisiknya cukup baik. Hal ini menunjukkan adanya partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan," ujarnya.
Menurut Nurul Hadi, meskipun lokasi pembangunan berada di kawasan perbukitan sehingga mobilisasi material menjadi tantangan utama, semangat gotong royong masyarakat mampu mengatasi berbagai kendala tersebut.
"Kami berharap administrasi segera diselesaikan sehingga Termin II dapat segera dilaksanakan. Satu kata untuk Gerem, yang terbaik," tutupnya.


Komentar Via Facebook :