KDS : Desak Wasit dan Penyelenggara Demokrasi Berlakukan Protokol Kesehatan Sesuai SOP
CYBER88 | Sukabumi -- Perhelatan kontestasi Pilkada Kabupaten Sukabumi akan terus dijalankan meski ditengah Pandemi Covid-19. Hal ini menjadi sorotan dari komunitas Demokrasi Sehat (KDS). Komunitas ini intens kampanyekan warga sehat, politik sehat untuk demokrasi sehat dan bersih.
Pihaknya, mendesak agar Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan KPU Kabupaten Sukabumi memperketat serta mempertajam pelaksanaan SOP pengawasan dan penyelenggaraan pada tahapan Pilkada ditengah wabah virus mematikan ini.
Selain itu, penyelenggaraan Pilkada tahun ini yang akan dilaksanakan ditengah pandemi telah di atur dalam KPU Nomor 6 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota secara serentak lanjutan dalam kondisi Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Kemudian, Peraturan Badan Pengawas Pemilu (Perbawaslu) terkait penerapan protokol kesehatan pada Pilkada 2020.
"Penyelenggaraan Pilkada Kabupaten Sukabumi sudah dimulai tahap demi tahap, dilaksanakan ditengah suasna mencekam dengan kesadaran semua saling menjaga memutus mata rantai virus Covid-19 dengan cuci tangan, Pake masker, Jaga jarak, Pake sarung tangan dan Menghindari kerumunan.
Dengan begitu, harus didukung oleh kesadaran semua pihak dengan tetap memberlakukan protokol kesehatan pada setiap tahapan Pilkada," terang Inisiator KDS, Lupi Pajar kepada Insan media, Selasa (8/9/2020).
Selain itu, kata dia, secara aturan memang sudah cukup rinci Standar Operasional Prosedur (SOP) penyelenggaran dan pengawasan Pilkada pada masa Pandemi Covid-19 telah diatur, namun itu tidak cukup jika tidak didukung dengan kesadaran oleh semua pihak, baik itu KPU, Bawaslu, Peserta Pilkada, Parpol, Relawan dan masyarakatnya sebagai pemilik hak suara.
"Oleh karna itu, Komunitas Demokrasi Sehat mendesak KPU dan Bawaslu untuk memperketat SOP penyelenggaran dan pengawasan Pilkada ditengah Pandemi ini. Sebab, indikator suksesi Pilkada kali ini tidak hanya sebatas terpilihnya pemimpin baru di Kabupaten Sukabumi. Melainkan, urusan kemanusiaan, yakni kesehatan masyarakat ditegah wabah pandemi.
Maka dari itu lanjut dia, bahwa protokol kesehatan harus menjadi prioritas kesadaran bersama dan ada ketegasan dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) serta para Cakada, Partai politik dan pendukungnya, jangan sampai malah memberikan contoh tidak benar, ujarnya.
"Para pahlawan demokrasi akan bekerja saat Pemilu 2019 bisa dijadikan pelajaran. Maka penting dan harus jadi komitmen bersama, patuh dengan protokol kesehatan demi suksesnya Pilkada 2020."
Untuk itu, mari kita semua bersama-sama untuk membangun kesadaran akan pentingnya mematuhi protokol kesehatan pada Pilkada ditegah pendemi ini, saya tidak mengharapkan urusan kemanusiaan ditukar gulingkan dengan kepentingan politik." tutupnya.


Komentar Via Facebook :