Tak Diajak Koordinasi, Warga Desa Nyalindung Garut Keluhkan Pembangunan Tower Bersama Group

Tak Diajak Koordinasi, Warga Desa Nyalindung Garut Keluhkan Pembangunan Tower Bersama Group

CYBER88 | Garut -- Pembangunan menara telkomunikasi di kampung Imut Rt 02 Rw 04 Desa Nyalindung Kecamatan Cisewu Kabupaten Garut Jawa barat di keluhkan warga setempat.

Selain bemasalah dengan warga, disinyalir pembangunan menara tersebut tidak mengantongi izin yang resmi. pasalnya, pihak perusahaan tidak pernah bersosialisasi terhadap warga setempat terkait pembangunan menara tower tersebut.

Padahal, ketentuan untuk keluarnya izin untuk mendirikan Bangungan (IMB),  harus mengantongi Surat Pernyataan bersedia memperhatikan kesejahteraan masyarakat yang memberikan Bina Lingkungan berupa kegiatan sosial pendidikan dan tempat ibadah kepada masyarakat sekitar sejauh radius 125 meter ketinggian menara minimal 1 kali dalam 1 tahun.

“Warga belum pernah di mintai persetujuan atau pun di ajak bicara tiba tiba lansung dari rumah ke rumah untuk di mintai tanda tangan tanpa memberikan penjelasan yang dapat dimengerti oleh warga, Ujar Dedi salah satu warga kampung Imut, Jum’at (30/10/2020).

Dedi merasa ada kejangalan dengan adanya pembangunan menara tower tersebut pasalnya pihak perusahan dan pemilik lahan tidak mensosialisasikan terlebih dahulu kepada warga,” cetusnya.

Dedi pun merasa  heran kenapa perusahan yang di angap cukup besar tapi tidak punya etika terhadap warga, ironisnya warga setempat yang di kasih uang untuk persyaratan izin perinsip di pandang tebang pilih, pasalnya yang di kasih hanya orang-orang yang deket dengan pemilik lahan bukan dengan yang warga yang dekat dengan pembangunan menara tower,” Kesal dia.

Lanjut dedi, sementara yang lebih terkena dampak yakni hampir warga yang berdekatan dengan pembangunan menara tower tidak mendapatkan kompensasi. “Sepengetahuan saya rumah yang terkena dampak radius 50m sampai 100m itu kata orang-orang yang memberi tahu saya,” paparnya

Di tempat terpisah, Ketua RT 02, Uju pada Cyber88 mengungkapkan, terkait pembangunan menara tower, jelas - jelas tidak ada sosialisasi terlebih dahulu, melainkan langsung menyuruh saya untuk meminta tanda tangan warga setempat,” ungkapnya.

Tabah Uju, seharusnya terlebih dahulu pihak perusahaan memberitahukan akan dilaksanakan pembangunan menara tower supaya saya bisa mensosialisasikan kepada warga setempat, “ini entah kenapa pihak perusahaan seolah-oleh membokong warga saya,” ujarnya.

Uju pun meminta kepada pemerintah Desa maupun pihak Kecamatan Cisewu dan juga instansi terkait, agar segera menyelesaikan permasalahan pembangunan menara tower di wilayahnya supaya tidakmenjadi polemik,” pungkasnya.(Unjani)

Komentar Via Facebook :