Dasman Kreator Bahan Daur Ulang Dari Ban Bekas Menjadi Multi Manfaat

Dasman Kreator Bahan Daur Ulang Dari Ban Bekas Menjadi Multi Manfaat

CYBER88 l Cilacap - Barang bekas sering sebagai sampah bagi sejumlah orang. Namun di tangan Dasman dan Kawan-kawan Warga Dusun Ketra RT 03 RW 04 Desa Datar Kecamatan Dayeuhluhur Kabupaten Cilacap Jawa Tengah, Sungguh sangat luar biasa, dia seorang kreator yang memiliki insting seni yang tinggi dan berani berinovasi, sampah dari ban mobil bekas pun dibuat menjadi Sebuah kreasi seni yang unik dan dapat dimanfaatkan untuk memperindah taman juga bisa dimanfaatkan sebagai media polibek untuk berbagai tanaman.

Dasman dengan beragam kesibukannya bekerja di Desa Datar sebagai Kasi keuangan dapat pula di waktu senggang nya menuangkan ide kreatifnya melalui pemanfaatan barang bekas yang sudah tidak layak pakai. Barang bekas tersebut kemudian diubah menjadi barang yang bernilai seni dan bermanfaat bagi khalayak banyak, Yaitu mengubah ban mobil bekas menjadi pot bunga yang cantik dan media Tanam melalui polibek.

“Bukan hanya pot bunga saja, tetapi bisa menjadi pot menyimpan Polibek serta barang berharga lainnya yang diolah oleh Dasman” ucap Darsah, Kepala Desa Datar.

Dasman berkata dengan menuangkan ide dan kreativitas melalui media pemanfaatan atau mendaur ulang barang-barang bekas, maka jumlah banyaknya dapat membantu mengurangi dampak buruk adanya sampah.

“Dengan adanya kegiatan membuat ban bekas menjadi pot bunga dan media tanam untuk polibek ini, diharapkan masyarakat lain dapat menanamkan dan menerapkan kepedulian terhadap lingkungan. Baik di rumah, sekolah, maupun di lingkungan masyarakat,” katanya.

Ditambahkan Dasman, membuat pot bunga atau pot untuk media tanam polibek dari ban bekas sangatlah mudah. Bahannya pun tidak terlalu sulit. Cukup dengan membuat sketsa gambar yang diinginkan pada ban yang telah dibersihkan, kemudian dicat menggunakan cat besi dan kayu.
“Setelah tahapan tersebut selesai, maka tahapan yang terakhir adalah proses penjemuran di bawah terik matahari. Ketika cat dirasa sudah kering, maka ban bekas tersebut siap digunakan sebagai pot bunga dan lainnya,” terangnya.

Dasman  berharap, perhatian pemerintah kabupaten Cilacap untuk mengangkat semangat para pengerajin yang kesulitan dalam memasarkan produk hasil inovasinya. "Harapan kami ada semacam gerakan cinta produk daerah. 

Seperti kantor dinas-dinas harus gunakan pot bunga atau media tanam dari daur ulang ban bekas yang diproduksi oleh putra daerah, jangan sering gunakan produk luar. Tapi pakailah hasil karya pengerajin lokal, sebagai wujud penghargaan kepada pengerajin itu," kata dia. Bahkan Dasman menginginkan, ada aturan khusus yang mewajibkan semua instansi mengutamakan produk lokal asli Cilacap dalam bentuk apapun. 

"Jadi kita jangan hanya ngomong cinta produk daerah, tapi nyatanya masih impor produk luar. Padahal pengerajin kita cukup terampil menghasilkan karya-karya unggulan," tegas Dasman. 

Namun dari sisi pemasaran, Dasman mengakui harus belajar dari daerah luar. Karena menurutnya produk pengerajin lokal masih lemah dibidang pemasaran. "Harus diberi pembinaan, bagaimana memasarkan jenis produk-produk kita ini. Karena dari segi kualitas tidak kalah. Malah kita harus tegas bahwa model atau ciri motif khas yang dihasilkan pengerajin dari Kecamatan Dayeuhluhur Khususnya dan Kabupaten Cilacap umumnya harus dipertahankan, model pot bunga atau pot untuk media tanam polibek itu tetap memiliki ciri khas beda dari daerah lain, tidak boleh dijiplak oleh daerah lain, "pungkasnya.

Komentar Via Facebook :