Alat Berat di Kerahkan Untuk Bersihkan Longsor di Desa Kutaagung

Alat Berat di Kerahkan Untuk Bersihkan Longsor di Desa Kutaagung

( Kepala Pelaksana Proyek Rehabilitasi jalan Wanasuka - Batas Kuningan Kukuh Akhmadi Sedang Mengawasi Sterilisasi Material Longsor )

CYBER88 l Cilacap - PT Heksa Mandiri Beton mengerahkan alat berat dan beberapa unit dump truk untuk membantu membersihkan material bebatuan dan Tanah yang longsor pada tebing di ruas jalan Kutaagung - Kuningan di Dusun Kutaagung RT 01/01. Desa Kutaagung Kecamatan Dayeuhluhur Kabupaten Cilacap Jawa Tengah. 

Pembersihan melibatkan juga jajaran aparat Polsek dan Koramil Dayeuhluhur. Menurut Kepala Pelaksana Proyek Rehabilitasi jalan Wanasuka - Batas Kuningan Kukuh Akhmadi dan perwakilan dari PPK 2,1 Jawa Tengah, mengatakan kami ikut membantu dan mengerahkan satu alat berat berupa loader dan beberapa unit dump truk itu karena di lokasi terdapat bongkahan batu besar, bekas turap beton dan tanah. Posisinya berada pada bahu jalan sehingga menutup arus lalu lintas kendaraan.

Kukuh mengatakan "Lokasi longsornya turap dari tebing ini berada di ruas jalan penghubung Desa Manapajaya Kecamatan Cilebak Kabupaten Kuningan dengan Desa Kutaagung Kecamatan Dayeuhluhur Kabupaten Cilacap Jawa Tengah, 

Sekarang pembersihan hari kedua dan mudah-mudahan bisa selesai proses pembersihannya hari ini," kata Kukuh, Jum'at.(06/11/2020).

Lokasi longsoran Turap pada tebing yang diatasnya terdapat bangunan Masjid At-Taqwa dan SDN Kutaagung itu dipicu tingginya curah hujan. Sebetulnya pada turap tebing tersebut telah dipasangi kawat baja di tiap coran turapnya sebagai penahan atau antisipasi longsor.Pungkas Kukuh

Mungkin karena curah hujan relatif tinggi, pada Kamis (05/12), Turap tebing ambrol hingga menutup  ruas jalan utama tersebut. Sterilisasi di lokasi kejadian harus betul-betul dipastikan tidak ada lagi material batu yang tersisa karena akan membahayakan bagi pengguna jalan."Kami pastikan para pengguna jalan nyaman saat melintasi ruas jalan ini. Jangan sampai ada sisa-sisa material longsor karena akan membahayakan," ungkap.

Menurut Tarjo, (45) Sekdes (Sekertaris Desa) Kutaagung, menuturkan saat turap pada tebing longsor tidak ada kendaraan yang tertimpa. Namun materialnya berserakan karena kawat baja penahan jebol. "Selain menutup sebagian bahu jalan, material bebatuan yang longsor juga menutup saluran air," ucapnya.

Rustimi Kepala Desa Kutaagung berharap ke depan Kementerian PUPR, terutama PJN Jatenh, siapkan alat berat di lokasi-lokasi yang terindikasi rawan longsor di ruas jalan yang sangat pital untuk masyarakat. Upaya itu untuk mempermudah penanganan seandainya terjadi di tanah longsor.Ujarnya.

Di wilayah kami juga kan daerahnya banyak tebing yang rawan longsor saat hujan. Kalau bisa seharusnya ada pos jaga untuk mempercepat penanganan saat terjadi bencana, "pungkasnya.

Komentar Via Facebook :