Catatan Sejarah Baru di AS : Biden Presiden Tertua dan Kamala Harris Wapres Perempuan Kulit Hitam Pertama
CYBER88 -- Secara perhitungan suara yang telah masuk hingga tadi pagi Waktu Indonesia Barat, Capres Joe Biden telah unggul dengan meraih 284 EV jauh diatas petahana Donald Trump dengan 214 EV.
Bila tidak ada kendala hukum lagi hampir dipastikan Amerika Serikat akan mendapatkan Presiden baru.
Memang terdengar petahana Donald Trump di akun twitternya tidak menerima kekalahannya dan akan menggugat hasil pemilihan umum ini ke Mahkamah Konstitusi Amerika Serikat sehuhungan terjadinya penghentian perhitungan suara selama 7 jam pada beberapa negara bagian.
Baca Juga : Joe Biden Dinyatakan Menangi Pilpres Amerika 2020, Trump Protes Lewat Banyak Cuitan di Twitter
Bila semuanya lancar, pria berusia 78 tahun ini akan mencetak sejarah sebagai Presiden tertua di Amerika Serikat.
Sementara, Kamala Harris, yang akan mendampingi Biden sebagai Wakil Presiden juga akan mencetak sejarah sebagai Wakil Presiden Amerika Serikat wanita kulit hitam yang pertama.
Kamala yang memiliki latar belakang asal Asia Selatan adalah mantan Senator dan Jaksa Agung California. Terpilihnya Kamala menjadi bukti bahwa demokrasi di Amerika Serikat yang multi kultural benar-benar terlaksana.
Hasil pemilihan umum awal November 2020 ini menghasilkan Konggres yang tetap dipegang oleh Demokrat. Senat bisa tetap Republik sebagai mayoritas. Jika Biden dilantik tanggal 20 Januari 2021 sebagai Presiden., tidak akan ada perubahan signifikan untuk politik Luar Negeri, hanya nadanya akan lebih bersahabat.
Baca Juga : Pilpres AS: Joe Biden Raih 290 Suara, Kalahkan Trump
Untuk internal AS pasti banyak perubahan. Terhadap NATO, Perjanjian Paris., Biden bisa berkuasa penuh.
Biden yang sudah berusia 78 tahun hanya figur peralihan untuk Presiden berikutnya di 2024, karena sepertinya Biden tidak akan mencalonkan diri pada perioda kedua.
Catatan dari salah seorang dosen FISIP UI, Dampak Pilpres AS terhadap Indonesia, dimana banyak kalangan di Indonesia lebih cenderung ke Biden. Sekedar catatan fakta sejarah. Kita kan orang Indonesia, bukan warga Amerika Serikat. Jadi mestinya kita dukung yang lebih menguntungkan bagi Indonesia.
Baca Juga : Donal Trump Tak Akui Kemenangan Joe Biden di Pilres AS 2020
Ketika Presiden AS dari Partai Republik, Indonesia mendapat Timor Timur (ex Portugis). Ketika Presiden AS dari Partai Demokrat, TimTim lepas dari pangkuan ibu Pertiwi. Ketika Presiden AS dari Partai Demokrat, Freeport dikuasai AS. Ketika Presiden AS dari Partai Republik, Freeport dikuasai Indonesia kembali berkat keberanian Presiden RI Joko Widodo.
Ketika Presiden AS dari Partai Republik, Indonesia meraih kemerdekaan penuh dari Belanda dan diterima di PBB. Ketika Presiden AS dari Partai Demokrat, Indonesia keluar dari PBB, dan yang paling tragis terjadi pembantaian jutaan rakyat Indonesia atas dukungan dan restu AS di tahun 1965-1966 saat Presiden AS dari Partai Demokrat.
Jadi, jangan lihat apa yang terbaik untuk rakyat Amerika tetapi apa yang terbaik untuk kepentingan nasional Indonesia,” kata dosen FISIP UI. (***)


Komentar Via Facebook :