Tembok Penahan Tanah RSUD Limbangan Kembali Ambruk
Tembok Penahan Tanah (TPT) RSUD Limbangan Ambruk - Denden Amitulloh Doc.
CYBER88 | Garut -- Tembok Penahan Tanah (TPT) RSUD Limbangan Kembali ambruk dengan panjang diperkirakan sekitar 15 meter dengan ketinggian 5 meter. Senin (30/11/2020), Siang.
Ambruknya TPT di proyek RSUD Limbangan Garut menjadi sorotan sejumlah kalangan karena pelaksanaan pembangunannya, dinilai tak professional.
Seperti yang diutarakan salah satu Tokoh Pemuda Limbangan Deden Amirulloh, ia berkata bahwa "Setelah kajadian ambruk Tembok Penahan Tanah (TPT) RSUD Limbangan pada Sabtu, 28 November 2020 pekan lalu, sekarang ambruknya terus meluas. Hari ini saja tepat pukul 11.42 WIB. terjadi ambruk lagi," ucap Denden Amirulloh
“Ini bukti pemerintah melalui dinas terkait tidak selektif dan lalay dalam melakukan pengawasan. Pemerintah Kabupaten Garut dalam hal ini Dinas Kesehatan tidak ada turun tangan dan melihat pasca ambruknya TPT yang pertama kali.
"Kami mensinyalir pembangunan adanya bahan material yang tidak sesuai dengan standar.
Banyak kualitas material yang tidak sesuai standar atau spesifikasi makanya TPT yang baru di bangun ambruk kembali. Untung saja jauh dari pemukiman warga. Saya berharap agar pengawasan dilakukan secara berkala, termasuk Aparat Penegak Hukum, baik Polres dan Kejaksaan untuk segera turun kelapangan melakukan investigasi lebih lanjut," Pungkasnya, Deden Amirulloh.
Sementara itu, terkait ambruknya TPT pembangunan RSUD Limbangan, Bupati Garut, H. Rudy Gunawan, SH., MH., kecewa dengan pekerjaan yang diduga asal-asalan.
Bupati meminta agar konsultan pengawas untuk serius mengawasi pekerjaan RSUD Limbangan secara profesional.
"Saya minta konsultan pengawas bekerja secara profesional dan awasi dengan baik pembangunan RSUD Limbangan," ucap Bupati Garut. ( Mi26 )


Komentar Via Facebook :