Kualitas Udara Bojonegara-Puloampel Memburuk, Titin Kholaiyah Desak Tambang Gunakan Jumbo Bag dan Terpal Standar

Kualitas Udara Bojonegara-Puloampel Memburuk, Titin Kholaiyah Desak Tambang Gunakan Jumbo Bag dan Terpal Standar

CYBER88 | Kabupaten Serang – Meningkatnya aktivitas pertambangan Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) serta lalu lintas angkutan material di wilayah Bojonegara dan Puloampel dinilai berdampak serius terhadap kualitas udara dan kesehatan masyarakat.

Menanggapi kondisi tersebut, Wakil Ketua Umum PB Al-Khairiyah, Titin Kholaiyah, mendesak pemerintah daerah dan seluruh perusahaan tambang untuk menerapkan langkah konkret dalam mengendalikan pencemaran debu, salah satunya dengan penggunaan jumbo bag dan penutupan muatan truk menggunakan terpal berstandar.

"Kualitas udara di Bojonegara dan Puloampel semakin mengkhawatirkan. Kami meminta pemerintah daerah dan seluruh perusahaan tambang MBLB menggunakan jumbo bag serta terpal yang memenuhi standar demi melindungi kesehatan masyarakat dan menjaga kualitas lingkungan," tegas Titin saat dikonfirmasi.

Menurutnya, hak masyarakat untuk mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat telah dijamin dalam UUD 1945, khususnya Pasal 28H ayat (1), serta diperkuat melalui berbagai regulasi lingkungan hidup yang mengatur kewajiban pemerintah dan pelaku usaha dalam mencegah pencemaran.

Titin menjelaskan, paparan debu dari aktivitas pertambangan dan pengangkutan material berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, mulai dari Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) hingga penyakit paru-paru dalam jangka panjang. Selain itu, meningkatnya kadar debu juga dapat menurunkan kualitas udara ambien, mengganggu jarak pandang, mencemari sumber air, serta berdampak pada pertumbuhan tanaman.
Ia juga menyoroti emisi gas buang kendaraan angkutan dan alat berat yang beroperasi di kawasan pertambangan.

Menurutnya, pengendalian dampak lingkungan harus menjadi perhatian serius agar aktivitas ekonomi tetap berjalan tanpa mengorbankan kesehatan masyarakat.

Untuk itu, PB Al-Khairiyah menyampaikan sejumlah rekomendasi kepada perusahaan tambang dan pemerintah daerah, antara lain melakukan penyiraman jalan secara rutin, mewajibkan penggunaan jumbo bag pada material tertentu seperti abu batu dan sirdam, serta memastikan seluruh kendaraan pengangkut menutup muatan menggunakan terpal yang sesuai standar.

Selain itu, perusahaan juga diminta melakukan penghijauan di sekitar area operasional, menanam vegetasi penyerap debu, serta membagikan masker kepada masyarakat sebagai bentuk edukasi dan perlindungan kesehatan.

"Tujuannya agar investasi dan kegiatan pertambangan tetap berjalan dengan baik, namun hak masyarakat atas keselamatan, kesehatan, dan lingkungan hidup yang sehat tetap terlindungi. Keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan harus menjadi prioritas bersama," pungkasnya.

Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada seluruh pihak terkait guna menjaga prinsip keberimbangan, akurasi, dan profesionalisme jurnalistik.(Mahsus).

 

Komentar Via Facebook :