Pemilik Kolam Pancing Diblok Seke, keluhkan Sumber Air yang Tercemar Limbah Kandang Sapi
CYBER88 | Bandung -- Pada dasarnya setiap pembangunan yang dilakukan dalam berbagai bentuk Usaha, yang pada dasarnya akan menimbulkan dampak terhadap lingkungan, seharusnya dianalisis sejak awal perencanaannya. sehingga langkah pengendalian dampak negatif dan pengembangan dampak positif dapat disiapkan sedini mungkin.
Hal ini sebagaimana yang tercantum didalam Pasal 1, angka 35 UU No. 32 tahun 2009,Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, dan Pasal 1 angka 1 Peraturan Pemerintah Nomor 27 tahun 2012 tentang Izin Lingkungan
Berdasarkan pantauan Cyber88.co.id, Selasa (02/02/21), terkait adanya beberapa kandang sapi di RW/10 Jalan Pasir Luhur, Kampung Cipulus Kelurahan Cisurupan, Kecamatan Cibiru Kota Bandung, yang berada Persis di atas selokan Ciraga tersebut, membuat air selokan menjadi kotor dan bau.
Hal ini diduga adanya kelalaian dari yang punya ternak sapi, didalam mengolah limbah ternaknya, sekaligus lemahnya pelaksanaan dalam Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang dilakukan oleh pemerintah sendiri
Carma (58), pemilik kolam pancing diblok seke, mengatakan pada Cyber88.co.id (02/02), "Terus terang pak, air selokan ini saya gunakan untuk mengairi kolam pancing milik saya ini, tapi kalau musim hujan airnya kotor dan bau oleh limbah ternak sapi, yang mengakibatkan ikan- ikan saya ini mati keracunan, "ungkapnya.

Lanjutnya, " Kejadian ini, sudah beberapa kali saya rasakan, makanya kalau hujan deras, saya tutup lubang air selokan yang masuk kekolam saya itu, karena airnya bau kotoran sapi, dan kemarin 3 hari kebelakang, ikan saya mati lagi sampai 20 kg, gara - gara saya lupa menutup saluran air tersebut, "Terangnya ".
Lebih lanjut ia mengatakan, "seharusnya pihak pemerintahan setempat dan Dinas lingkungan Hidup, serta Dinas peternakan segera mungkin menyelesaikan permasalahan ini, dan saya berharap kepada pemilik kandang sapi yang ada di RW 10 ini, agar lebih tertib dalam pengolahan limbah ternaknya, jangan sampai saya dirugikan terus pak, "Harapnya "
Deden sebagai pemilik kandang sapi, sekaligus sebagai anggota kelompok tani, yang memiliki 60 ekor sapi potong, ketika ditemui cyber88.co.id, mengatakan, " Selama ini, untuk kotoran sapi dari kandang saya ini, saya buang kebelakang kandang untuk dijadikan pupuk tanaman rumput pakan sapi.
Sebenarnya kotoran sapi yang paling parah datangnya dari kandang sapi perah yang ada diatas didaerah cipulus, perbatasan antara kabupaten Bandung dengan kota bandung, dan di karenakan sekarang ini musim hujan, pasti banyak kotoran kotoran sapi yang terbawa arus air selokan Ciraga, " Terangnya "
"Insya Alloh saya akan segera benahi, tempat pembuangan kotoran sapi saya ini, dan sekaligus mudah- mudahan Bapak bisa menyampaikan harapan saya ke pemerintah, tentang jalan keluarnya cara pengolahan kotoran ternak saya ini " Tambahnya ".
Selanjutnya, Cyber88.co.id menghubungi Lurah Cisurupan, Dadang via telepon WathsApp dan yang memberi penjelasan terkait limbah kandang sapi tersebut adalah Endut, yang menurut Dadang lebih memahami terkait jal tersebut.
Endut menjelaskan, " saya akan segera lakukan kordinasi dengan pihak Dansektor Citarum Harum, dan untuk masalah limbah kotoran sapi, kebetulan sekarang sudah dibangun Rumah kompos diarea Whetland Cisurupan yang merupakan bentuk upaya kami selama ini dalam menangani kotoran sapi tersebut, supaya lebih jelas lagi.
Silahkan bapak bisa datang langsung ke area wethland, untuk menemui Serma Abdullah, saya mengucapkan terima kasih atas informasinya, dan segera akan menindak lanjuti hal tersebut, "Jelasnya ".
Ketika cyber88.co.id mencoba datang ke area Whetland, kebetulan pada saat itu, yang bisa ditemui Deni sebagai bendahara dari salah satu komunitas pecinta lingkungan burung berkicau sampai ke pecinta Bandung BERHIBER

Deni mengatakan, "seharusnya setiap kandang sapi itu membuat septitank Comunal atau bak penampungan kotoran, coba akang perhatikan selokan ciraga kalau hujan lebat, biasanya airnya juga berubah menjadi hijau.
Hampir semua pemilik kandang sapi, membuang limbah kotorannya itu ke selokan, terus terang saya sendiri lagi merubah secara perlahan kebiasaan atau paradigma pemilik kandang sapi disini, didalam membuang kotoran tersebut, " Ungkapnya"
Lanjutnya, " Rumah kompos kotoran sapi ini dibangun diatas tanah RTH Pemkot Kota Bandung, dan untuk bangunan rumah kompos ini dibangun dari Kementrian Lingkungan Hidup, sementara untuk prasarana lainnya yang ada dirumah kompos ini, murni hasil dari swadaya anggota kami, dan yang menjadi permasalahan sekarang ini, kami masih membutuhkan tempat untuk mengeringkan kotoran sapi ini, "Jelasnya. (S3MY)


Komentar Via Facebook :