Mengganggu Lingkungan, Tumpukan Sampah di SDN Bojong Cideres l, Disoal Warga
CYBER88 | Majalengka, -- Tumpukan sampah di area sekolah, seperti yang terjadi di SDN 1 Bojong Cideres I Kecamatan Dauwan Kabupaten Majalengka Jawa Barat tentunya akan mengganggu kegiatan belajar karena sampah tersebut cukup bau menyengat hingga beresiko terhadap kesehatan. Kondisi ini sepertinya disebabkan oleh kurangnya pengelolaan sampah yang baik di sekolah tersebut atau terjadinya perilaku buang sampah sembarangan.
Hal ini diketahui awak media saat menyambangi sekolah tersebut untuk melakukan konfirmasi terkait adanya keluhan salah satu wali murid yang merasa terbebani lantaran harus menebus foto kenang kenangan ankanya saat kelulusan pada tahun 2025 sebesar Rp.16ribu.
Orang tua siswa tersebut mengatakan bahwa dirinya baru dapat menebus foto kenag kenangan tersebut saat ini karena sebelumnya tidak punya uang untuk menebusnya. Namun, akhirnya dia dapat menebusnya karena kalau tidak ditebus takut menjadi dampak psikologi bagi anaknya.
Hal ini tentunya memicu adanya dugaan Pungutan liar (pungli). Sebab, pungutan berkedok foto kenang-kenangan, atau lainnya merupakan masalah yang sering terjadi di sekolah, terutama pada momen kelulusan. Pihak sekolah, seringkali bekerja sama dengan komite sekolah, meminta sejumlah uang kepada orang tua murid dengan alasan pembuatan foto kenang-kenangan.
Bagi orang tua siswa yang mampu, mungkin jumlah uang sebesar Rp.16 ribu ini tidak akan jadi masalah. Akan tetapi, bagi orang tua yang kurang mampu, tentu saja akan menjadi sebuah beban ditengah kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari hari.
Terkait keberadaan tumpukan sampah di area sekolah tersebut, juga dikeluhkan oleh warga sekitar. Mereka merasa kurang nyaman dikarenakan di lingkungan sekolah ada tumpukan sampah yang berserakan.
“Tumpukan sampai di area SDN 1 Bojong Cideres itu menimbulkan bau tidak sedap dan banyak lalat apalagi tumpukan sampahnya sangat menempel di ruang kelas,” Ujar salah satu warga, pada Cyber88, Rabu (15/4/2026).
Ditemui di Kantornya, Suntalim, Kepala Sekolah SDN 1 Bojong Cideres sedang taka da di tempat. Menurut Ridwan, salah satu Guru di sekolah tersebut soal foto kenang kenangan itu memang benar adanya. Akan tetapi, katanya dia tidak mengetahui soal adanya kewajiban untuk menebusnya sebesar Rp.16ribu
Terkait keberadaan sampah yang mengganggu kenyamanan belajar dan mengganggu lingkungan setempat, Ridwan hanya mengatakan,”nanti akan disampaikan pada Kepala Sekolah.
Sementara itu, Suntalim saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, hingga artikel ini ditayangkan belum memberikan komentar. (Tatang)


Komentar Via Facebook :