Generasi Baru Paguron Pencak Silat Panglipur Laksana, Bantu Pemerintah Dalam Pembinaan Fisik dan Mental Anak Bangsa
CYBER88 | Bandung -- Padepokan silat Panglipur Laksana yang berada dibawah Yayasan Poetra Biroe, dengan kantor secretariat beralamat di Jln. Cilengkrang I Cisurupan RT/01/05, Kelurahan Cisurupan, Kecamatan Cibiru Kota Bandung, kini mulai bangkit kembali, setelah beberapa tahun berhenti, karena ditinggal sang pendiri padepokan.
Paguron ( perguruan ) silat ini didirikan oleh Almarhum Abah Uweh salah satu tokoh silat dijawabarat kisaran tahun 1960, melahirkan banyak murid diantaranya, Abah KM Anwar, Bah Ayat, KM Entang Rosyid, Ateng Subrata dan banyak lagi yang lainnya.
.jpeg)
Sepeninggalan tokoh pendiri paguron tersebut, Abah Anwar lah yang melanjutkan mengelola padepokan tersebut, namun sangat disayangkan sepeninggal Abah Anwar, padepokan tersebut berhenti seolah sirna ditelan perkembangan Zaman
Cecep yan Abdul Rohman yang biasa dipanggil Zagur (40), sebagai Ketua Divisi Pelatihan, sekaligus sebagai salah satu cucunya Abah Anwar, mengatakan pada Cyber88.co.id, Sabtu (13/03/21).
"Ini mungkin salah satu yang menjadi pendorong saya selaku cucunya Abah Anwar, untuk membangkitkan kembali Paguron ini, sekaligus rasa kepedulian saya terhadap seni beladiri Karuhun ( leluhur ) orang Sunda Asli,” ungkapnya.
Lanjutnya, "Selain itu juga menurut saya pribadi, adanya paguron ini, mudah mudahan bisa menjadi wadah pembinaan fisik dan mental untuk anak anak bangsa yang ada khususnya diwilayah kelurahan Cilengkrang I, agar lebih bermanfaat bagi Nusa, bangsa, dan Agama,” terangnya.
Adapun untuk sementara ini, jumlah anggota kami ini baru ada 30 orang, tapi saya yakin suatu saat paguron ini akan besar lagi,” tutupnya.
.jpeg)
Sama halnya dengan yang dikatakan Dedi Hidayat alias Abah Yai (50), sebagai sekertaris padepokan, "Tujuan saya juga sama pak, kami disini termotivasi untuk mendirikan padepokan ini, karena setahu kami pencak silat itu selain membina raga agar menjadi sehat, sekaligus bisa membina mental seseorang agar mempunyai Budi pekerti yang luhur,” jelasnya.
“Selain itu, untuk pembinaan kerohaniannya kami juga wadahi di pesantren Sabilul Huda yang sama dibawah naungan Yayasan Poetra Biroe, berlokasi di kelurahan Palsari Kecamatan Cibiru Kota Bandung,” terang Yai.
Dadang Komara (53) yang menjabat sebagai Ketua Paguron, Murid langsung Almarhum Abah Ayat mengatakan, "Ini semua bentuk rasa kepedulian kami, untuk ikut serta membantu peran pemerintah didalam mendidik mental anak bangsa, supaya jiwa dan raganya itu bisa bermanfaat, untuk dirinya dan orang disekitarnya, " jelasnya.
Lanjutnya, "Seni bela diri pencak silat Panglipur Laksana, dalam gerakannya jurusnya, lebih mengutamakan kekuatan mental, dengan diutamakan gemulainya gerakan tangan, untuk merobohkan kekuatan lawan, "ungkapnya.
Menurut Dadang yang merupakan mantan juara ke dua sekabupaten Bandung dari kelas Ibing Tunggal, “Pencak silat atau yang biasa disebut secara singkat dengan kata Silat, merupakan seni olah raga yang didalamnya terdapat pelajaran untuk mempertahankan diri dari gangguan pihak luar.
Pencak silat sendiri terdiri dari dua kata, yakni Pencak dan Silat,masing masing kata mempunyai arti tersendiri. Pencak berarti gerak dasar bela diri yang terikat dengan peraturan, sedangkan Silat berarti gerak beladiri sempurna yang bersumber dari kerohanian
Bersumber pada kedua arti kata tersebut, pencak silat diartikan secara utuh menjadi menggerakkan badan untuk membela diri sesuai dengan aturan yang bersumber pada kekuatan unsur kerohanian," pungkas Dadang.
Susunan Kepengurusan Paguron Pencak silat Panglipur Laksana antara Lain, Ketua Dadang Komara, Sekretaris Dedi Hidayat (Bah Yai), Bendahara Ustad Budi Lesmana, Divisi Kepelatihan Cecep Yan Abdul Rohman (Zagur), Jumlah anggota sementara 30 orang.


Komentar Via Facebook :